Jelang Arus Mudik 2026, Bandara Dhoho Kediri Siagakan Posko Lebaran
KEDIRI, FaktualNews.co-Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M, Bandara Internasional Dhoho Kediri menyiagakan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026.
Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan arus penumpang yang diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Posko terpadu ini dijadwalkan beroperasi selama 18 hari, terhitung mulai tanggal 13 sampai 30 Maret 2026. Kehadiran posko ini berfungsi sebagai pusat kendali dan koordinasi operasional antara pengelola bandara dengan berbagai stakeholder terkait.
General Manager Bandara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra mengatakan, antusiasme tinggi dari masyarakat pada Lebaran tahun ini cukup tinggi. Berdasarkan data operasional, pergerakan penumpang diperkirakan menyentuh angka 3.375 orang.
”Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 55% dibandingkan periode Lebaran tahun 2025,” ujar Rahmat Yoni Saputra Sabtu (14/3/2026).
Selain itu, tercatat akan ada sedikitnya 22 pergerakan pesawat yang melayani rute dari dan menuju Kediri selama masa posko berlangsung. Adapun titik tertinggi mobilisasi masyarakat atau puncak arus mudik diprediksi jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi kepadatan di terminal, Bandara Dhoho telah menyiagakan sebanyak 184 personel gabungan. Kekuatan ini terdiri dari 117 personel internal dan 67 personel eksternal yang akan bertugas dalam sistem shift selama 24 jam.
Selain itu, seluruh fasilitas operasional bandara dipastikan siap beroperasi secara optimal,
termasuk fasilitas sisi udara (airside), terminal penumpang, serta fasilitas pendukung lainnya.
Bandara juga memastikan kesiapan koordinasi melalui Airport Operation Control Center (AOCC) untuk memantau operasional secara terpadu selama periode puncak pergerakan penumpang.
Bandara Dhoho Kediri memiliki berbagai fasilitas pendukung operasional, antara lain runway sepanjang 3.300 x 45 meter dengan kemampuan melayani pesawat berbadan lebar hingga Boeing 777, serta terminal penumpang dengan kapasitas hingga 1,5 juta penumpang per tahun.
”Kami memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan operasional bandara berjalan optimal sebagai pintu gerbang konektivitas wilayah Kediri dan sekitarnya,” pungkas Rahmat.





