SITUBONDO, FaktualNews.co-Serangan hama tikus menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Situbondo.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) setempat mencatat ratusan hektare lahan pertanian terdampak serangan hama ini sepanjang bulan Mei 2026.

Plt Kepala Dispertangan Kabupaten Situbondo, Quratul Aini, mengungkapkan bahwa tanaman padi menjadi komoditas yang paling banyak mengalamai kerusakan, yakni mencapai 123,8 hektare.

“Dari data bulan Mei, lahan padi yang terserang seluas 123,8 hektare. Rinciannya, intensitas serangan berat seluas 5,3 hektare dan lahan yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 3,8 hektare,” ujar Quratul, Rabu (3/6/2026).

Selain padi, hama tikus juga menyerang 13,7 hektare lahan jagung. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai tanaman jagung yang mengalami puso atau gagal panen akibat serangan tersebut.

Menyikapi fenomena ini, Dispertangan Situbondo bergerak cepat dengan menggelar Gerakan Pengendalian Massal (Gerdal) di sejumlah kecamatan yang terdampak. Quratul menegaskan bahwa pemberantasan hama tikus akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara serentak, bukan secara individu oleh masing-masing petani.

“Kami mendorong para petani untuk segera berkoordinasi dengan kelompok tani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Pengendalian harus dilakukan bersama-sama dalam satu hamparan lahan agar hasilnya maksimal,”bebernya.

Sebagai langkah jangka panjang, Dispertangan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ekosistem dengan tidak memburu hewan predator yang menjadi musuh alami tikus.

“Kami meminta warga tidak membunuh musang liar, ular, atau burung hantu agar rantai makanan tetap terjaga dan populasi tikus bisa ditekan secara alami,” pungkasnya.