6 Bulan Gaji Mandek, Ratusan Buruh PT Jaya Kertas Kertosono Nganjuk Menderita
NGANJUK, FaktualNews.co – Sudah selama enam bulan, buruh PT Jaya Kertas (Jaker) Kertosono, Kabupaten Nganjuk, belum dibayar. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ratusan buruh pabrik kertas tersebut harus menjual barang miliknya atau mencari pinjaman.
Sebagaimana yang diceritakan Matjali (59) buruh PT Jaker asal Desa Kelurahan, Kecamatan Ngoronggot, Kabupaten Nganjuk, kepada FaktualNews.co Sabtu (8/8/2026) siang.
Matjali yang bekerja di PT Jaker Kertosono sejak 35 tahun lalu itu mengaku mulai bulan Februari 2026 lalu hingga belum dibayar PT Jaker. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dipenuhi istrinya yang bekerja serabutan.
“Alhamdulillah istri saya yang bekerja serabutan di sawah terpaksa memenuhi kebutuhan hidup keluarga,”ujar Matjali.
Menurut Matjali, bagi teman senasibnya yang
tidak ada pemasukan selain dari pabrik, terpaksa harus menjual barang yang dimiliki atau mencari pinjaman.
“Untuk teman yang tidak ada pemasukan lain atau memiliki barang yang bisa dijual ya terpaksa harus cari pinjaman dengan janji dikembalikan setelah dibayar pabrik,”ujarnya lagi.
Lebih lanjut Matjali mengatakan, tentang PT Jaya Kertas belum membayar upah buruh tersebut, sebenarnya buruh pabrik kertas yang saat ini berjumlah sekitar 300 orang itu sudah beberapa kali melakukan aksi tuntutan agar segera dibayar. Namun hingga kini belum juga dibayar.
Dikatakan Matjali, aksi buruh beberapa kali dilakukan di pabrik, dua kali ke DPRD Nganjuk dan dua kali ke Bupati Nganjuk.
Dalam aksinya ke DPRD Nganjuk, jelas Matjali buruh ditemui Ketua DPRD Nganjuk, yang mengatakan keluhan buruh ditampung dan akan diusahakan agar segera dibayar.
“Namun aksi yang berlangsung sekitar dua bulan lalu itu, hingga kini juga belum ada kabarnya,” kata Matjali dengan nada kesal.
Yang mengherankan lagi lanjut Matjali, saat ratusan buruh PT Jaker berunjukrasa ke Bupati Nganjuk, Marhen Jumadi, buruh diminta bersabar dan berdoa agar segera dibayar.
“Ketika itu bupati minta kepada kami untuk bersabar dan berdoa. Kalau tuntutan belum dikabulkan berarti doanya kata bupati kurang sungguh-sungguh,” kata Matjali jengkel.
Matjali yang mantan Ketua SPSI PT Jaya Kertas itu menambahkan, terkait belum dibayarnya buruh sejak Februari lalu itu, pihaknya juga berkirim surat ke Polda Jatim.
“Insya Allah hari Senin mendatang sudah ada kabar dari Polda Jatim bagaimana nasib kami. Selain itu, kami juga berencana mendatangi pemilik pabrik di rumahnya Surabaya, dengan mencarter bus,”pungkasnya.





