TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Sejumlah warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, menggalang dana dan memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Langkah tersebut dilakukan karena jalan yang selama ini menjadi akses utama menuju kawasan wisata Pantai Sine belum juga mendapat perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Salah seorang warga Kalibatur, Yoni Siswanto, mengatakan perbaikan dilakukan pada ruas jalan utama menuju Pantai Sine yang juga merupakan jalan sirip penghubung ke Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung.

“Seluruh warga di sini bergotong royong menggalang dana untuk memperbaiki jalan utama menuju wisata Pantai Sine,” kata Yoni, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, hingga kini ruas jalan tersebut belum tersentuh perbaikan pemerintah sehingga kondisinya mengalami kerusakan cukup parah. Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi jalan juga dinilai membahayakan pengendara maupun wisatawan yang melintas menuju Pantai Sine.

Beberapa titik jalan bahkan mengalami kerusakan berat, terutama pada jalur menanjak yang sulit dilalui kendaraan. Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan saat melintasi ruas tersebut.

“Kecelakaan di sini bukan semata karena human error, tetapi karena kondisi jalannya memang sudah rusak dan tidak layak dilalui,” ujarnya.

Yoni menuturkan, sebelumnya warga telah mendatangi Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk meminta kepastian mengenai perbaikan jalan tersebut. Namun, berdasarkan penjelasan yang diterima warga, perbaikan baru direncanakan pada Januari 2027.

Sebelum memutuskan melakukan perbaikan secara swadaya, warga juga sempat mengusulkan agar dilakukan penanganan sementara berupa tambal sulam. Namun, usulan tersebut belum juga direalisasikan.

Karena kondisi jalan terus memburuk, warga akhirnya berinisiatif menggalang dana dan bergotong royong melakukan perbaikan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.

“Melalui penggalangan dana dari warga, kami melakukan perbaikan jalan secara tambal sulam dengan memprioritaskan titik-titik yang kerusakannya paling parah,” jelasnya.

Selama proses perbaikan, warga mendatangkan lima truk molen untuk mengecor sejumlah lubang dan ruas jalan yang rusak. Total panjang jalan yang diperbaiki secara swadaya diperkirakan mencapai sekitar empat kilometer.

Menurut Yoni, aksi gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus upaya menjaga akses menuju kawasan wisata Pantai Sine tetap dapat dilalui.

“Perbaikan ini menjadi bukti bahwa dengan semangat gotong royong, warga bisa bergerak bersama memperbaiki jalan yang rusak menggunakan dana swadaya sambil menunggu adanya penanganan dari pemerintah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, FaktualNews.co masih berupaya mengonfirmasi Pemerintah Kabupaten Tulungagung, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terkait belum dilakukannya perbaikan ruas jalan tersebut serta kepastian realisasi rencana penanganan yang disebut baru akan dilaksanakan pada Januari 2027.