LAMONGAN, FaktualNews.co-Aksi perampokan bersenjata mengguncang Desa Waru Kulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Tiga orang kawanan perampok bersenjata api dan senjata tajam menyatroni sebuah minimarket Indomaret Minggu (7/9/2025) malam.

Para pelaku berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 20 juta serta satu kardus berisi berbagai merek rokok. Tidak hanya itu, mereka juga menyekap dua pegawai minimarket usai melumpuhkannya dengan lakban dan tali rafia, lalu mengurung korban di dalam gudang.

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Rizki Akbar Kurniawan membenarkan adanya tindak kejahatan tersebut.

Menurutnya, polisi tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

“Sedang kita selidiki. Termasuk soal dugaan kepemilikan senjata api pelaku,” ujar AKP Rizki saat meninjau lokasi kejadian, Senin (8/9/2025).

Malam itu, langit di Desa Waru Kulon, Kecamatan Pucuk, Lamongan, tampak biasa. Tapi tidak bagi M. Fatchur Rochmat (23), pegawai minimarket yang akan mengingat tanggal 7 September 2025 itu sebagai malam paling mencekam dalam hidupnya.

Sekitar pukul 11.00 WIB (malam), Fatchur sedang menghitung uang hasil penjualan bersama rekannya, Nur Fahmi Rahman (20). Minimarket memang sudah tutup, tapi rolling door belum diturunkan sepenuhnya sebuah kebiasaan umum untuk memberi waktu petugas menyelesaikan laporan keuangan.

Tiba-tiba, tiga sosok misterius menerobos masuk. Mereka mengenakan jaket hodie dan masker. Satu membawa pistol. Dua lainnya menggenggam golok besar.

“Saya jawab tidak ada kunci brankas, lalu dia langsung menembak ke atas, terus ke arah kaki saya. Saya takut sekali,” kenang Fatchur dengan suara gemetar saat ditemui di Polsek Pucuk.

Di bawah ancaman, keduanya digiring ke gudang. Pelaku menguras isi brankas, sekitar 20 juta rupiah uang tunai dan satu kardus penuh rokok dari berbagai merek.

Namun, sadisme mereka tidak berhenti di situ. Fatchur dan Fahmi dilakban, diikat tali rafia, lalu dikunci di dalam gudang tanpa cahaya.

Dalam gelap, keduanya mencoba tetap tenang. Perlahan, Fatchur berhasil melepaskan tali di tangannya, dan dengan sisa tenaga, mereka menghubungi Ny. Ulfa, warga setempat yang biasa berjualan di warung depan.

Ny. Ulfa menjadi penyelamat malam itu. Ia membebaskan keduanya, lalu ikut menemani ke Polsek untuk membuat laporan. Tak butuh waktu lama, polisi langsung turun ke lokasi.

“Penyelidikan termasuk verifikasi apakah senjata yang digunakan adalah senjata api sungguhan atau rakitan,”pungkas AKP Rizki.

Kini, Fatchur dan Fahmi masih trauma, namun bersyukur bisa selamat. Sementara, di balik dinginnya malam, aparat tengah memburu jejak tiga pelaku yang hingga kini masih buron.