LAMONGAN, FaktualNews.co-Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Desa Kendal Kemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sebuah mobil layanan gizi milik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak becak bermotor (bentor) dan tiang listrik hingga roboh.

Mobil Suzuki APV bernomor polisi W 1345 AE dengan tulisan “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Lembaga Larieta Bhakti Pertiwi Indonesia” itu diduga mengalami pecah ban sebelum hilang kendali dan menabrak bentor di depannya.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan adanya insiden tersebut. “Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah Karanggeneng. Berdasarkan keterangan saksi, mobil yang melaju dari arah selatan ke utara diduga mengalami pecah ban, sehingga oleng dan menabrak bentor di depannya serta tiang listrik,” jelas Hamzaid, Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, peristiwa itu kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan.

“Korban sudah dievakuasi ke puskesmas terdekat dan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Saksi mata, Kholis (37), warga sekitar, menuturkan bahwa mobil melaju dari arah selatan menuju Karanggeneng dengan kecepatan sedang.

“Tiba-tiba mobil oleng ke kiri dan menabrak bentor serta tiang listrik. Bentornya rusak parah,” ujarnya.

Saksi lainnya, Binje (45), mengatakan suara benturan keras membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

“Bentornya sampai terbelah dua. Sopir mobil sempat tidak terlihat setelah kejadian, sedangkan dua korban itu teman dan tetangga saya,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, pengemudi mobil diketahui bernama Dian Wisnu Al Afdhoni, warga Desa Pelangwot, Kecamatan Laren. Ia mengalami luka berat dan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Muhammadiyah Lamongan.

Sementara pengendara bentor, Anam, warga Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan di Puskesmas setempat.

Hingga kini, petugas kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan kendaraan layanan gizi tersebut.