Situbondo Siaga! Mas Rio Umumkan Status Tanggap Darurat Banjir Bandang
SITUBONDO, FaktualNews.co – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, pada Minggu (8/3/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati menegaskan bahwa dampak banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan bencana serupa yang terjadi pada 21 Januari lalu.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, arus air tercatat lebih deras dan mengakibatkan kerusakan masif, termasuk banyaknya pohon tumbang serta hancurnya rumah dan pagar warga.
“Saya habis keliling dan melihat sendiri, dampaknya memang lebih besar dari 21 Januari kemarin. Bahkan proses rekonstruksi pasca-banjir sebelumnya belum sempat dimulai, tapi sekarang sudah dihantam banjir lagi,” ujar Mas Rio.
Menanggapi eskalasi bencana ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo memutuskan untuk menaikkan level penanganan menjadi Status Tanggap Darurat. Bahkan, Pemkab Situbondo langsung mendirikan dapur umum.
Langkah ini diambil karena situasi dinilai sudah sangat membahayakan keselamatan warga, ditambah lagi dengan cuaca ekstrem dan fenomena puting beliung yang telah terjadi selama beberapa hari terakhir.
“Cuaca ekstrem diprediksi akan berlangsung hingga 10 Maret, namun dugaan saya bisa lebih lama dari itu. Mengingat prediksi sebelumnya hingga 6 Februari saja ternyata masih meleset dan hujan terus turun hingga sekarang,”pungkasnya.
Enam kecamatan terdampak banjir bandang di Kabupaten Situbondo pada Sabtu 7 Maret 2026, Kecamatan Banyuglugur, Kecamatan Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Bungatan dan Kecamatan Kendit.
Ribuan rumah terdampak banjir bandang cukup parah. Permukiman terendam air bercampur lumpur dengan ketinggian bervariasi antara 80 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Bencana ini menyebabkan kerusakan masif pada perabot rumah tangga dan bangunan rumah.





