Persatu Tuban Tolak Pelatih Asal Italia
TUBAN, FaktualNews.co – Persatu Tuban dikabarkan menolak lamaran pelatih asal Italia, Paolo Tirinnanzi.
Menurut manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, pihaknya menolak pelatih yang pernah belajar di AC Siena, karena Laskar Ronggolawe saat ini sudah memiliki pelatih.
“Persatu sudah mempunyai pelatih Edy Sutrisno, jadi kami menolak lamaran yang diajukan Paolo,” jelasnya, kepada awak media, Senin (23/7/2018).
Fahmi, merasa bersyukur dengan adanya lamaran dari pelatih asal Italia tersebut. Karena, Persatu Tuban tidak hanya dikenal di tingkat Nasional, ternyata sudah mendunia.
“Ternyata, Persatu tidak hanya dikenal di tingkat nasional, dibuktikan dengan lamaran pelatih asing yang notabene tidak pernah melatih klub di Indonesia,” tegas dia.

Sekedar diketahui, Paolo Tirinnanzi, memulai karier manajerial melatih kategori pemuda di Arezzo.
Paolo Tirinnanzi memulai karirnya di Italia dengan Arezzo, pada waktu itu di Serie C1. Dia kemudian berlabuh di Montevarchi Serie C2 dan ia bermain di sana selama dua musim.
Pada tahun 2005, ia bergabung Laterina, dan setelah beberapa pertandingan ia dipinjamkan pada bulan Desember untuk Montagnano sampai 2007. Pada musim berikutnya ia ke Odra Opole, klub liga pertama Polandia, tetapi Paolo Tirinnanzi kemudian pindah ke Bettolle.
Pada tahun 2009, ia pindah ke Montecchio dan tahun setelah ia kembali ke Arezzo di tim B dan bermain di sana sampai 2013 ketika dia pindah ke Malaysia bergabung Proton F.C selama 6 bulan. Setelah periode ini di September 2016 ia kembali ke tim Arezzo B sebagai pemain sekaligus manajer.
Paolo Tirinnanzi memulai karier manajerialnya dengan melatih kategori pemuda di Arezzo, memperoleh pengalaman dengan youngers dan memiliki pendekatan yang sangat baik karena formasi dalam Psikologi. Dia juga sempat menimba pengalaman di AC Siena dan pada tahun 2012 ia mengambil lisensi UEFA B melatih di Coverciano.
Tahun 2013, Paolo menjabat Direktur Teknik Coerver Coaching Malaysia. Tahun ini ia memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan klub Pos Malaysia FC di Malaysia Premier League dan bergabung juga sebagai pemain sepak bola tim amatir lokal Proton F.C yang berbasis di Selangor.


