FaktualNews.co

Hasil Rapid Tes, Tiga Karyawan Bank Jatim Ngawi Dinyatakan Reaktif

Kesehatan     Dibaca : 841 kali Penulis:
Hasil Rapid Tes, Tiga Karyawan Bank Jatim Ngawi Dinyatakan Reaktif
FaktualNews.co/Zaenal Abidin
Kantor bank di Ngawi yang tiga karyawannya reaktif berdasarkan Rapid Test.

NGAWI, FaktualNews.co – Hasil Rapid Test yang menyatakan tiga karyawan Bank Jatim Cabang Ngawi reaktif, membuat Ketua Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ngawi, Budi Sulistyono memerintahkan semua lembaga keuangan di Ngawi melakukan Rapid Tes terhadap semua karyawannya.

“Dari hasil rapid tes ada tiga orang karyawan dari BPD Jatim, dinyatakan reaktif. Hari ini (Kamis) saya sudah membuat surat edaran untuk semua lembaga keuangan di Ngawi melakukan rapid test,” jelas Budi Sulistyono, yang juga Bupati Ngawi pada awak media, Kamis (14/5/2020).

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

SE terkait penyelenggaran rapid tes tersebut, lantaran lembaga keuangan tidak dapat dihentikan atau distop operasinya. Seperti perbankan, perkoperasian dan lembaga pembiayaan (leasing).

Selanjutnya, kata Budi Sulistyono, tiga karyawan Bank Jatim yang dinyatakan reaktif itu, diwajibkan menjalani isolasi mandiri, apabila termasuk dalam orang tanpa gejala (OTG). Isolasi mandiri dilakukan hingga rapid tes kedua diketahui hasilnya.

“Jika hasil rapid tes kedua nanti masih reaktif, wajib dilakukan tes Swab. Hingga yang bersangkutan dinyatakan negatif dari hasil Swab. Selain dilakukan isolasi mandiri terhadap tiga orang tersebut juga harus dilakukan tracing pada orang di sekitarnya,” lanjut Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi ini.

Kanang juga mengkhawatirkan, apabila dari tiga orang reaktif tersebut menjadi klaster baru di Ngawi. Untuk mengantisipasinya, pihaknya meminta ada dilakukan pemantauan pada lembaga keuangan di wilayah Ngawi. Diduga, penyebaran Covid-19 kemungkinan terjadi melalui media uang.

“Saya juga sudah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk jeli memantau dari ketiga orang tersebut,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...