JOMBANG, FaktualNews.co – Tumpukan sampah liar kembali ditemukan di ruas jalan penghubung antara Desa Murukan dan Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Hingga kini, belum terlihat adanya upaya penindakan dari pihak desa maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang.

Pantaun FaktualNews.co, Kelompok Faktual Media (KFM) menunjukkan, sampah baru tercampur dengan tumpukan lama. Bahkan, sampah-sampah tersebut berserakan hingga ke tepi jalan. Tumpukan ini membentang sejauh 50 hingga 100 meter dari gapura masuk Dusun Karangtengah, Plosorejo.

Rohmat, salah satu warga Desa Johowinong, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menyebut kondisi sampah di jalan penghubung antar desa itu semakin hari semakin memburuk.

“Sampahnya makin parah, sampai meluber ke jalan. Saat hujan turun, baunya sangat menyengat,” jelasnya.

Menurutnya, lokasi tersebut memang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh pengguna jalan, karena letaknya yang jauh dari permukiman dan minim pengawasan.

“Tempat itu sudah lama jadi lokasi pembuangan liar. Karena sepi dan jauh dari rumah warga, pelaku bebas membuang sampah tanpa takut dipantau,” tambah Rohmat.

Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas, dimulai dari pembersihan, edukasi warga, hingga pemasangan papan larangan di area tersebut.

“Harus segera dibersihkan, tapi juga perlu ada papan larangan agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Amin Kurniawan, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Tata Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Jombang, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan peninjauan lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

“Besok akan kami survei dulu. Setelah itu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan mencari solusi pelayanan pengangkutan sampah yang paling memungkinkan. Mohon waktunya,” ujar Amin saat dikonfirmasi pada Selasa (10/6).(Wahyu)