Aspal Rusak Sejumlah JPL Tulungagung Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Kondisi aspal yang rusak di sejumlah Jalur Perlintasan Langsung (JPL) di Kabupaten Tulungagung memicu kekhawatiran serius. Kerusakan ini dinilai membahayakan keselamatan pengendara karena berisiko membuat kendaraan terjebak di tengah rel kereta api, terutama di jalur dengan volume lalu lintas yang padat.
Berdasarkan hasil pemantauan (monev) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, terdapat tiga titik JPL yang mengalami kerusakan aspal cukup parah.
“Kami melakukan peninjauan atau monev terhadap prasarana pada JPL yang dikelola oleh Pemkab Tulungagung untuk memastikan keselamatan pengguna jalan yang melintasi JPL,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Tulungagung, Panji Putranto, Sabtu (1/8/2026).
Ketiga titik tersebut meliputi JPL 252 Desa Ngujang (Kecamatan Kedungwaru), JPL 244 Desa Plosokandang (Kecamatan Kedungwaru), serta JPL 233 Desa Pulosari (Kecamatan Ngunut). Tingginya mobilitas harian di lokasi-lokasi tersebut memperbesar potensi kerawanan.
Dishub Tulungagung menyoroti salah satu titik yang berada di dekat kawasan kampus.
”JPL 244 itu dekat UIN Tulungagung, sehingga cukup padat karena sering dilalui mahasiswa,” ujar Panji Putranto.
Ia menegaskan bahwa perbaikan mendesak harus segera dilakukan demi mencegah terjadinya kecelakaan fatal akibat pengendara yang terjatuh atau terhambat di jalur rel.
”Ada tiga JPL yang kondisi aspalnya mengalami kerusakan, sehingga harus segera dilakukan perbaikan karena membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan, Dishub Tulungagung akan menggandeng PT KAI Daop 7 Madiun serta Dinas PUPR setempat untuk memprioritaskan perbaikan aspal di tiga titik tersebut. Selain infrastruktur jalan, pemeriksaan perangkat pemantau juga dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pengamanan.
”Prioritas kami jalan dulu biar diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan. Kami juga meminta Kominfo agar menyediakan jaringan internet di pos JPL untuk terus memantau CCTV kami disana,” pungkas Panji.


