SITUBONDO, FaktualNews.co – Olahraga berkuda di Kabupaten Situbondo resmi memasuki babak baru. Muhammad Ali Makki secara resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Situbondo untuk masa bakti 2026.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Kantor KONI Situbondo, dan dipimpin langsung oleh Humas Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Jawa Timur, Adi, pada Sabtu (8/8/2026).

Dalam sambutannya, Adi menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan olahraga berkuda di Situbondo. Pihaknya meyakini Situbondo mampu melesat lebih maju dibanding kabupaten lain di Jawa Timur berkat dukungan penuh dari Ketua KONI setempat.

“Saat ini di Jawa Timur sudah terbentuk 23 Pengcab/Pengkot Pordasi. Kami sangat optimis Situbondo akan lebih maju karena Ketua KONI Situbondo  paling suportif terhadap olahraga berkuda ini,” ujar Adi.

Kabar gembira juga langsung ditiupkan bagi para pencinta berkuda. Cabang olahraga (cabor) berkuda Situbondo dipastikan akan ikut berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim 2026 di Kabupaten Kediri. Pengprov Pordasi Jatim bergerak cepat memastikan proses pendaftaran agar Situbondo tidak melewatkan momentum berharga ini.

“Situbondo resmi main di tingkat Popda. Sudah saya daftarkan sendiri. Meskipun kemarin sempat dinilai telat karena posisi saya sedang di arah pulang dari Surabaya menuju Banyuwangi, akhirnya semua bisa terkejar. Alhamdulillah, berkuda Situbondo resmi masuk Popda 2026 di Kediri,” pungkas Adi.

Usai dilantik, Ketua Pengcab Pordasi Situbondo, Muhammad Ali Makki, berkomitmen untuk berfokus pada pencarian dan pembinaan bakat-bakat lokal. Ke depan, Pordasi Situbondo ditargetkan mampu melahirkan atlet berkuda terbaik yang siap bersaing di tingkat nasional.

“Harapan langkah ke depan, kita terus menggali atlet-atlet terbaik dari Situbondo untuk diarahkan ke Kejurnas (Kejuaraan Nasional),” ujar Ali Makki.

Selain prestasi atlet, Ali Makki menyoroti pentingnya kolaborasi yang kuat dengan jajaran birokrasi dan pemerintah daerah.

“Kami akan terus membangun sinergi pemerintah dengan atlet demi kemajuan Situbondo naik kelas,” bebernya.

Sebagai langkah awal yang konkret, Pordasi Situbondo kini tengah bersiap menghadapi kompetisi terdekat, yaitu Bupati Cup Situbondo yang dijadwalkan bergulir pada September mendatang. Saat ini, Situbondo memiliki tiga stable (kandang/klub berkuda) aktif yang terus mematangkan kesiapan pembalap dan hewan pacuan.

“Sementara ini kami sudah menemukan empat orang atlet yang siap dilombakan di Bupati Cup Situbondo pada September nanti. Sebanyak empat ekor kuda andalan dari tiga stable lokal juga dinyatakan siap turun ke arena,” jelas Ali Makki.

Ajang Bupati Cup 2026 ini akan diproyeksikan menjadi tolok ukur awal bagi Pordasi Situbondo dalam memetakan potensi atlet lokal sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Situbondo, Nusa Aldera, menyambut baik bergabungnya Pordasi. Kehadiran Pordasi secara otomatis menambah total keanggotaan di bawah naungan KONI Situbondo menjadi 44 cabor.

“Kehadiran Pordasi membuka peluang besar bagi peningkatan prestasi olahraga daerah, khususnya pada ajang Popda dan Porprov Jawa Timur tahun depan,” kata Nusa.

Menurut Nusa, cabor berkuda memiliki potensi perolehan medali yang besar karena mempertandingkan banyak nomor. Dari empat nomor utama dalam Pordasi, yaitu kuda pacu, equestrian (ketangkasan), memanah berkuda (horseback archery), dan polo, Kabupaten Situbondo untuk sementara waktu akan memfokuskan pembinaan pada nomor kuda pacu.

Tantangan besar pun sudah menanti. Bulan depan, Situbondo dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan race kuda pacu.

“KONI berharap momentum ini dapat melahirkan bibit-bit atlet lokal potensial yang siap masuk ke dalam program pembinaan jangka panjang demi meraih hasil terbaik di Popda dan Porprov mendatang,” pungkasnya.