SAMPANG, FaktualNews.co – Petani kacang hijau di Kabupaten Sampang tengah menikmati hasil panen yang menggembirakan.

Hasil panen yang melimpah serta harga jual yang tinggi, membuat para petani mampu meraup keuntungan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu petani kacang hijau asal Kecamatan Camplong, Jamaluddin, mengungkapkan bahwa hasil panen tahun ini mengalami peningkatan, mulai jumlah panen yang lebih banyak serta harga jual di pasaran juga mengalami kenaikan.

“Alhamdulillah, tahun ini hasil panen meningkat dibanding tahun sebelumnya. Harganya juga naik, kalau tahun lalu kisaran Rp19 ribu sampai Rp21 ribu per kilogram, sekarang bisa mencapai Rp25 ribu,” ujar Jamaluddin, Minggu (12/4/2026).

Bahkan, petani juga meraup untung berlipat pada musim panen ini. “Pendapatan dari panen kacang hijau bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.

Selain menguntungkan secara ekonomi, Jamaluddin menilai tanaman kacang hijau relatif mudah dalam perawatan, sehingga menjadi pilihan yang cukup menjanjikan bagi petani.

“Perawatannya cukup mudah, dan masa panennya cepat. Sekitar dua bulan sudah bisa dipanen. Bahkan dalam satu musim, petani bisa panen dua kali dan kalau pertumbuhannya bagus bisa sampai tiga kali,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil panen ketiga biasanya tidak seluruhnya dijual. Sebagian disimpan untuk dijadikan bibit pada musim tanam berikutnya, sehingga tidak perlu membeli benih baru.

“Meski saat ini terdapat berbagai varietas kacang hijau yang tersedia di pasaran, saya tetap memilih menggunakan varietas lokal yang berasal dari hasil panen sebelumnya, dan ini telah diwariskan secara turun-temurun dari orang tua terdahulu,” ucapnya.

Dalam hal pemupukan, tanaman kacang hijau dinilai tidak membutuhkan perawatan rumit. Petani umumnya hanya menggunakan pupuk NPK dan urea untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

“Kadang yang sulit itu mendapatkan pupuk urea. Selain itu, hama tikus dan rumput liar juga sering mengganggu tanaman,” katanya.

Ia pun berharap kondisi harga kacang hijau di tahun mendatang tetap stabil, bahkan meningkat, sehingga kesejahteraan petani bisa terus terjaga.

“Harapannya tahun depan harga bisa lebih naik lagi. Kalau tidak naik, setidaknya tetap stabil seperti sekarang,” pungkasnya.