LAMONGAN, FaktualNews.co-Aksi tak terpuji kembali mencoreng wajah sepakbola usia muda di Indonesia. Kali ini, insiden memalukan terjadi di Stadion Surajaya Lamongan yang baru saja diresmikan.

Dalam sebuah video pendek berdurasi 19 detik yang beredar luas di media sosial, tampak seorang oknum suporter melemparkan botol air minum ke tengah lapangan saat pertandingan Piala Suratin U-17 tengah berlangsung.

Tidak hanya sekali, dalam video tersebut terlihat sedikitnya empat kali lemparan botol air kemasan diarahkan ke lapangan, tepat di saat para pemain tengah beristirahat.

Aksi ini tak hanya mengganggu jalannya pertandingan, tapi juga membahayakan keselamatan para pemain yang ada di lapangan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan, Erwin Sulistyo Pambudi, membenarkan kejadian tersebut. Insiden terjadi pada Minggu (27/7/2025) saat pertandingan antara Persela U-17 melawan Persebaya U-17 berlangsung di Stadion Surajaya.

“Iya benar, itu di Stadion Surajaya Lamongan saat pertandingan Piala Suratin U-17 antara Persela dengan Persebaya, pada Minggu kemarin,” ujar Erwin saat dikonfirmasi, Senin (28/7/2025).

Erwin sangat menyayangkan ulah oknum suporter tersebut, terlebih lagi stadion tersebut baru saja diresmikan dan masih dalam masa awal operasional.

“Sangat disayangkan masih ada oknum suporter yang suka melempar, harusnya berkaca pada kejadian di Stadion Tuban beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menjaga ketertiban dan turut merawat fasilitas Stadion Surajaya demi keberlangsungan pertandingan yang aman dan nyaman.

“Mari menjaga ketertiban baik di area luar maupun area dalam stadion dengan menjaga bersama-sama Stadion Surajaya yang baru agar tetap nyaman dan layak pakai dalam jangka panjang,” tambah Erwin.

Pertandingan antara Persela U-17 dan Persebaya U-17 sendiri berakhir dramatis. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, Persebaya U-17 akhirnya memastikan kemenangan lewat drama adu penalti dengan skor 6-5.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur olahraga saja tidak cukup. Diperlukan kesadaran dan kedewasaan dari para suporter agar atmosfer sepakbola Indonesia, terutama di level usia muda, bisa berkembang dengan sehat dan sportif.