KEDIRI, FaktualNews.co – Banjir bandang akibat hujan lebat di lereng Gunung Kelud, menyebabkan jalan penghubung antar Desa Sepawon dengan Desa Wonorejo Trisulo Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, putus. Pondasi jalan ambrol, akibat tak kuat menahan gerusan air sungai yang meluap dari lereng Gunung Kelud Kabupaten Kediri. Jalan yang putus merupakan akses utama warga, untuk beraktifitas.

Salah satu warga Abdur Rahman mengaku, sebelumnya wilayah Plosoklaten diguyur hujan deras siang sampai sore, sehingga menyebabkan banjir. Banjir membuat jalan putus total sepanjang 20 meter. Akibatnya untuk beraktifitas, warga terpaksa harus memutar sejauh tiga kilometer. “Awalnya wilayah sini diguyur hujan deras mulai siang sampai sore pada Rabu kemarin. Sehingga menyebabkan jalan putus. Untuk beraktivitas warga harus memutar melewati perkebunan,” Kata Abdur Rahman, warga saat ditemui di lokasi, kamis (30/1/2025).

Dampak putusnya jalan penghubung antara desa tersebut, membuat aktifitas warga yang akan beraktivitas terganggu. Karena mereka harus memutar dan melewati perkebunan dan juga aliran lahar yang mengering. Mendapat laporan adanya jalan putus tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen ke lokasi di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Joko Sukrisno menyampaikan, putusnya jalan yang masuk arena PTPN Ngrangkah Pawon tersebut karena memang tergerus air banjir akibat curah hujan yang tinggi di area perkebunan. “Kemarin (sudah) dibuatkan jalan darurat melewati lahan PTPN (Ngrangkah Pawon). Untuk selanjutnya perbaikan jalan akan dilakukan PTPN karena masuk area PTPN,” kata Djoko.