Hidup Sebatang Kara, Seorang Nenek Tunanetra di Sampang Tanpa Perhatian Pemerintah
SAMPANG, FaktualNews.co-Sungguh memilukan nasib yang dialami Muslimah. Betapa tidak, perempuan tunanetra berusia 68 tahun itu hidup sebatang kara di Dusun Kebun, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Untuk kebutuhan hidupnya, nenek muslimah hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar.
Di tengah keterbatasan penglihatan, Muslimah menjalani hari-harinya seorang diri setelah kedua orang tuanya yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya meninggal dunia.
Kondisi Muslimah pun menjadi perhatian warga sekitar. Mereka menilai kehidupan perempuan tersebut sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Seorang warga setempat, Zaimah, menuturkan sejak muda Muslimah tidak pernah menikah dan sepenuhnya bergantung pada kedua orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Namun, setelah kedua orang tuanya wafat, kehidupan Muslimah berubah drastis. Ia harus menjalani keseharian seorang diri, tanpa sosok yang selama ini merawat dan memenuhi kebutuhannya,” ujar Zaimah, Selasa (21/4/2026).
Menurut Zaimah, saat ini Muslimah hanya sesekali mendapat bantuan dari seorang keponakan laki-laki. Namun, kondisi usia keponakannya yang sudah lanjut membuat bantuan tersebut tidak dapat diberikan secara rutin.
“Sekarang dibantu ponakan laki-lakinya, tapi kondisinya juga sudah tua, jadi tidak bisa maksimal,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Muslimah lebih sering mengandalkan kepedulian warga di sekitarnya. Tetangga terkadang memberikan makanan, sementara bantuan dari saudara yang bekerja di Surabaya juga datang, meski tidak menentu.
“Kadang makan dikasih tetangga, kadang juga dari saudaranya yang kerja di Surabaya,” tutur Zaimah.
Keprihatinan juga disampaikan warga lainnya, Halili, mengatakan bahwa Muslimah seharusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah mengingat keterbatasan yang dimilikinya.
“Selama ini belum ada bantuan yang datang. Padahal kondisinya sangat membutuhkan,” ucapnya.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah desa maupun Pemkab Sampang terhadap kondisi yang dialami Muslimah.
“Semoga Muslimah mendapatkan perhatian dari pemerintah, sehingga dapat menjalani kehidupan yang layak di tengah keterbatasan yang dihadapinya,”pintanya.
Hingga berita ini ditulis masih belum ada keterangan resmi dari Pemdes Baturasang terkait kondisi Muslimah. Meski media ini sudah menghubungi PJ Kepala Desa, Sugianto, Namun tidak ada respon.


