LAMONGAN, FaktualNews.co-Semboyan pantang pulang sebelum padam benar-benar dibuktikan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamongan.

Saat sebagian besar warga menikmati malam akhir pekan, para petugas justru berjibaku melawan kobaran api di dua lokasi berbeda hingga menjelang dini hari, Minggu (31/5/2026) malam.

Alarm pertama berbunyi sekitar pukul 19.30 WIB. Sebuah gudang Taman Puspa, tempat bermain anak milik Sandi (42) di Dusun Sempu, Desa Kebet, Kecamatan Lamongan, dilaporkan terbakar hebat.

Warga yang berada di sekitar lokasi melihat kepulan asap tebal dari bagian belakang bangunan sebelum api membesar dan melahap isi gudang. “Ada asap tebal dari arah belakang, kemudian terlihat api yang dengan cepat membesar,” ujar seorang warga. Senin (1/6/2026)

Diduga, kebakaran dipicu korsleting listrik yang menimbulkan percikan api. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan mengancam bangunan serta aset yang berada di sekitarnya.

Mendapat laporan tersebut, dua armada Damkar Korwil Lamongan langsung meluncur ke lokasi. Bersama anggota Polsek, Koramil, dan warga sekitar, petugas bahu-membahu melakukan pemadaman.

Pertarungan melawan si jago merah berlangsung sekitar 30 menit. Berkat kesigapan petugas, api berhasil dijinakkan sebelum menjalar lebih luas.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp. 200 juta. Bangunan gudang, dua unit mobil pikap, dan satu unit truk hangus terbakar.

Namun di balik kerugian tersebut, petugas berhasil menyelamatkan aset bernilai jauh lebih besar.

“Harta benda berupa gudang beserta aset lainnya yang berhasil diselamatkan nilainya diperkirakan lebih dari Rp. 500 juta,” kata Koordinator Petugas Damkar Korwil Lamongan, Suwanto.

Belum sempat beristirahat, petugas kembali menerima panggilan darurat sekitar pukul 22.00 WIB. Kali ini kebakaran terjadi di UD Tiga Putri Jaya (Huller), Dusun Ngembet, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng.

“Diduga akibat puntung rokok, api membakar tumpukan sekam penggilingan padi milik Ali Fahim. Satu unit armada Damkar kembali diterjunkan untuk melakukan pemadaman,”ujar Siswanto.

Karakteristik sekam yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas harus memastikan tidak ada bara api yang tersisa agar kebakaran tidak kembali menyala.

Perjuangan itu baru berakhir sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (1/6/2026). Setelah lima jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

“Akibat kejadian tersebut, sekam penggilingan padi berukuran 6 x 6 meter persegi hangus terbakar dengan kerugian sekitar lima juta. Namun bangunan gudang penggilingan yang nilainya diperkirakan mencapai tiga puluh lima juta berhasil diselamatkan,” pungkasnya.

Di balik sirene yang meraung dan semburan air yang tak henti-henti, ada dedikasi petugas yang rela mengorbankan waktu istirahat demi menyelamatkan harta benda warga.