TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap Nurkolis Sugiono (45), warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, yang dilaporkan hilang di Sungai Brantas. Pada hari kedua operasi pencarian, sebanyak 25 personel diterjunkan untuk menyisir aliran sungai dan bantaran.

Komandan Tim Operasi SAR Basarnas Trenggalek, Ahmad Taufik, mengatakan pencarian melibatkan dua unit perahu karet, masing-masing milik Basarnas Trenggalek dan BPBD Tulungagung.

“Proses pencarian hari kedua ini melibatkan 25 personel SAR gabungan,” kata Ahmad Taufik, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, pencarian difokuskan dengan menyusuri aliran Sungai Brantas sejauh sekitar lima kilometer dari titik korban diduga hilang.

Selain penyisiran melalui jalur sungai, tim darat juga diterjunkan untuk melakukan pemantauan visual di sepanjang bantaran sungai.

“Dari total 25 personel, delapan orang bertugas melakukan penyisiran menggunakan perahu karet, sedangkan personel lainnya menyisir melalui jalur darat,” ujarnya.

Operasi pencarian juga melibatkan Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) guna memperkuat koordinasi dan komunikasi, termasuk dengan tim di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri apabila korban terbawa arus hingga ke daerah tersebut.

Ahmad menjelaskan, operasi pencarian hari kedua dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Apabila korban belum ditemukan, pencarian akan dilanjutkan pada hari ketiga.

“Hingga sore ini pencarian masih berlangsung. Jika belum membuahkan hasil, operasi akan kami lanjutkan besok,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Nurkolis Sugiono berpamitan kepada istrinya untuk memancing di Sungai Brantas pada Senin (6/7/2026). Namun sekitar tiga jam kemudian, korban tidak dapat dihubungi. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi tidak menemukan keberadaannya.

Keesokan harinya, Selasa (7/7/2026), seorang warga menemukan sepeda motor, alat pancing, dan sandal yang diduga milik korban di bantaran Sungai Brantas. Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Ngantru bersama BPBD Tulungagung mendatangi lokasi dan melakukan asesmen awal. Berdasarkan temuan di lapangan, korban diduga tenggelam di Sungai Brantas sehingga operasi pencarian segera dilakukan.