KEDIRI, FaktualNews.co – Menyandang predikat terbaik kedua nasional tahun 2025, Posyandu Seruni Wali Barokah kini menjadi pelopor transformasi layanan publik lewat Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang baru saja diluncurkan oleh Wali Kota Kediri, Rabu (29/4) kemarin.

Inovasi ini mengubah fungsi posyandu yang semula hanya melayani kesehatan, kini terintegrasi menjadi pusat layanan pendidikan hingga sosial dalam satu pintu.

​Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengapresiasi tinggi dedikasi para kader di Wisma Pondok Wali Barokah, Kecamatan Pesantren, yang menjadi motor penggerak prestasi tersebut.

​”Posyandu ini luar biasa, peringkat dua se-Indonesia tahun 2025. Saya terkesan dengan kemandiriannya, bahkan tadi saya mendengar para kader sampai membeli tablet sendiri untuk operasional. Ini adalah dedikasi yang patut kita dukung sepenuhnya,” ujar Vinanda.

​Perubahan pola layanan menjadi inti dari peluncuran ini. Jika sebelumnya layanan dilakukan secara terpisah, kini masyarakat mendapatkan solusi lengkap di satu titik tanpa harus menunggu kunjungan rumah.

​”Dulu kader berkeliling ke rumah-rumah secara terpisah. Sekarang, kader dari berbagai bidang kumpul jadi satu di Posyandu saat pelaksanaan. Ini memudahkan masyarakat untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan, pendidikan, hingga masalah lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka,” jelas Wali Kota.

Melalui integrasi 6 SPM ini, Pemkot Kediri menargetkan penyelesaian masalah di tingkat lingkungan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.

​”Tujuannya agar program pemerintah tepat sasaran. Apa yang menjadi kendala di lingkungan, langsung bisa kami tangani lewat integrasi 6 SPM ini,” pungkas Vinanda Prameswati.

​Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, KH Sunarto, menyambut baik perluasan fungsi ini. Ia menegaskan kesiapan para kader yang mayoritas berasal dari lingkungan pondok untuk melayani masyarakat Burengan lebih luas lagi.

​”Kami bersyukur dan berterima kasih atas kerjasama ini. Sebagian besar kader di sini adalah warga pondok yang ingin memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Perluasan ke sektor sosial, trantib, hingga pemukiman adalah tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat,” tandas Kiai Sunarto.