Pulau Mandangin Madura Belum Terjangkau MBG, Satgas Sampang Ungkap Kendala
SAMPANG, FaktualNews.co-Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura, hingga kini masih belum terjangkau bantuan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut dikarenakan sejumlah kendala teknis mulai dari ketersediaan air layak hingga mahalnya biaya transportasi.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, menyebutkan bahwa secara umum pelaksanaan MBG di wilayah daratan Sampang menunjukkan perkembangan signifikan.
Saat ini, sebanyak 89 dapur MBG telah beroperasi dan melayani puluhan ribu penerima manfaat.
“Yang sudah berjalan saat ini ada 89 MBG. Untuk target maksimal masih dinamis, karena sangat bergantung pada perkembangan jumlah murid di masing-masing wilayah,” ujar Sudarmanto, Senin (26/1/2026).
Ia mengungkapkan, sebelumnya target operasional MBG sempat diproyeksikan mencapai 93 unit, namun angka tersebut bisa berubah menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lapangan.
“Seiring bertambahnya unit MBG, jumlah penerima manfaat juga mengalami lonjakan. Jika pada tahap awal hanya menyasar sekitar 4.000 siswa, ke depan jumlah penerima diperkirakan dapat meningkat hingga 10.500 siswa,” ungkapnya.
Sudarmanto menjelaskan, kapasitas layanan tiap MBG pun tidak seragam. Ada MBG yang melayani hingga 4.000 penerima, sebagian lain 3.000 penerima, dan ada pula yang hanya 500 penerima, meski standar idealnya berada di kisaran 2.500 penerima per dapur MBG.
“Kalau diakumulasi, total penerima manfaat MBG di Kabupaten Sampang saat ini mencapai sekitar 50 ribu orang,” jelasnya.
Meski demikian, tidak semua wilayah dapat langsung diintervensi. Pulau Mandangin menjadi salah satu daerah yang hingga kini belum memungkinkan untuk penerapan MBG.
Menurut Sudarmanto, kendala utama terletak pada kualitas air yang asin, sehingga tidak memenuhi standar kesehatan untuk kebutuhan memasak makanan bergizi.
Selain itu, faktor tingginya biaya transportasi logistik dari daratan ke wilayah kepulauan turut menjadi hambatan serius.
“Air di sana tidak memenuhi syarat untuk memasak, dari sisi kesehatan juga tidak layak. Ditambah ongkos transportasi yang cukup mahal, sehingga skema MBG tidak bisa disamakan dengan SPPG di wilayah daratan,” terangnya.
Saat ini, Satgas MBG Kabupaten Sampang masih melakukan koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta sejumlah calon investor untuk menghitung kelayakan teknis dan pembiayaan MBG di Pulau Mandangin.
“Masih dalam tahap perhitungan bersama BGN dan investor. Harapannya ke depan ada pihak yang bersedia berinvestasi, karena karakter wilayah kepulauan memang membutuhkan perlakuan khusus,” tambahnya.
Lebih jauh, Sudarmanto menegaskan bahwa MBG merupakan program nasional strategis, bukan proyek. Karena itu, ia meminta seluruh pengelola dan owner MBG menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab dan komitmen jangka panjang.
“MBG bukan proyek. Ini program nasional untuk meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, sekaligus memperkuat daya saing bangsa dan menekan angka stunting,” pungkasnya.(Zainullah)


