Sejumlah Siswa SMK di Tulungagung Diduga Keracunan MBG
TULUNGAGUNG, FaktualNews.co- Sebanyak sembilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sore di Kabupaten Tulungagung diduga mengalami keracunan makanan, Kamis (22/1/2026).
Gelaja keracunan muncul setelah mereka selesai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
Peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah para siswa menyantap makan siang menu MBG. Mereka mengeluhkan sakit perut, mual, pusing, hingga mengalami diare.
Sebanyak delapan siswa lebih dulu dibawa ke Puskesmas Beji Tulungagung, untuk mendapatkan perawatan medis.
Selang sekitar satu jam kemudian, satu siswa lain menyusul dengan keluhan serupa, sehingga total siswa yang mengalami gejala ini menjadi sembilan orang.
Salah satu siswa, Farhan Surya Putra, mengaku mulai merasakan keluhan setelah menyantap makanan.
“Awalnya perut terasa mulas, lalu mual dan pusing. Beberapa teman juga merasakan hal yang sama,” kata Farhan Surya Putra di Puskesmas Beji.
“Mau muntah tidak bisa,” sambung Farhan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan menjelaskan, berdasarkan hasil analisa awal menunjukkan sebagian siswa mengonsumsi makanan dari dapur penyedia program MBG.
“Namun, untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Saat ini masih dalam proses investigasi epidemiologi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, pada hari kejadian terdapat pergeseran jadwal distribusi makanan dari pagi menjadi mendekati waktu siang.
Kondisi tersebut membuat sebagian siswa sudah terlebih dahulu mengonsumsi makanan dari luar sekolah sebelum menyantap menu MBG.
“Karena ada perubahan jadwal pendistribusian MBG, dari keterangan beberapa siswa, ada yang mengonsumsi makanan lain sebelum MBG,” terang Aris.
Terkait kejadian ini, pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), unit dapur umum yang menjadi tulang punggung program MBG hingga berita ini ditayangkan, belum memberikan keterangannya.
Selanjutnya, demi mengantisipasi kemungkinan adanya korban tambahan, Dinas Kesehatan Tulungagung akan melakukan pemantauan selama tiga kali 24 jam.
“Kami juga sudah mengamankan sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut,” ujar Aris.
Hingga Kamis sore, seluruh siswa yang dirawat dilaporkan dalam kondisi stabil dan masih dalam pemantauan tenaga medis.
Dinkes mengimbau kepada guru kelas dan guru sekolah untuk segera melaporkan jika ada siswa yang mengalami keluhan serupa, baik sore, malam, atau hari berikutnya, agar segera mendapatkan penanganan medis.
“Hingga saat ini, dari 2.627 siswa yang menerima distribusi makanan hari ini, hanya delapan siswa yang mengalami gejala keracunan. Semoga tidak ada penambahan kasus lagi,” ujar Aris.


