BLITAR, FaktualNews.co – Warga Desa Pasirharjo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar menolak penutupan perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu, meskipun beberapa hari lalu di tempat tersebut terjadi kecelakaan menewaskan pasutri asal Bandung, Jawa Barat.

Penolakan tersebut didasari alasan, karena perlintasan tersebut merupakan akses terdekat menuju kantor Desa Pasirharjo. Perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu sendiri tepat berada di depan Kantor Desa Pasirharjo.

Penolakan penutupan perlintasan tersebut dibenarkan Kepala Desa (Kades) Pasirharjo Chusana. Dia mengaku, bersama warga Desa Pasirharjo menolak penutupan jalan desa yang merupakan satu- satunya akses terdekat ke kantor desa.

“Jalan ini satu-satunya akses warga beraktivitas, baik bekerja maupun ke kantor desa. Kalau ditutup, maka warga harus memutar lebih jauh,” kata Kepala Desa Pasirharjo Talun Chusana, Kamis (5/5/2022).

Ditambahkan, solusi yang benar agar tidak terjadi kecelakaan lagi yaitu diberikannya tenaga penjagaan di perlintasaan tersebut, bukan penutupan.

“Ya seharusnya ada yang jaga, pasalnya jalur tersebut setiap harinya ramai. Karena akses satu-satunya jalan terdekat baik ke jalan raya maupun ke Kantor Desa,” pungkasnya.