JOMBANG, FaktualNews.co  – Menjelang akhir tahun 2025, Kabupaten Jombang mencatatkan capaian positif di sektor lingkungan hidup. Sejumlah penghargaan bergengsi dari pemerintah pusat hingga provinsi berhasil diraih, menandai konsistensi Jombang dalam mendorong pembangunan berwawasan lingkungan.

Penghargaan pertama datang dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI melalui Program Kampung Iklim (Proklim) Kategori Lestari 2025. Penghargaan tersebut diberikan kepada RW III Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, dalam acara yang digelar di Jakarta pada 1 Desember 2025.

Capaian ini mencerminkan peran aktif warga dalam menjalankan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, sekaligus memperkuat gerakan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) berbasis komunitas.

Prestasi berikutnya diraih pada 11 Desember 2025, saat Pemerintah Kabupaten Jombang menerima Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Gedung Sasono Utomo, TMII, Jakarta.

Sebanyak delapan sekolah dan madrasah di Jombang  dinilai berhasil menanamkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. SMPN 1 Mojowarno dan SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng  meraih predikat Adiwiyata Mandiri, sementara SDN Losari, SMPN 1 Kudu, MTsS Salafiyah Syafiiyah Bandung, MTsN 17 Jombang, MTsN 11 Jombang, dan MAN 7 Jombang  memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional.

Tak berhenti di situ, pada Jumat (12/12/2025), Pemkab Jombang kembali menambah daftar prestasi dengan meraih TOP 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur 2025. Inovasi  SILAJANG”

(Sistem Informasi Laboratorium Lingkungan Jombang) yang dikembangkan oleh Laboratorium Lingkungan DLH Jombang dinilai unggul dalam kategori transformasi digital pelayanan publik.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh  Bupati Jombang, Warsubi, SH, MSi, dari Gubernur Jawa Timur.

Bupati Warsubi menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan para pegiat lingkungan. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi pengingat akan pentingnya menjaga komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Hal senada disampaikan Kepala DLH Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, ST, MSi. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan buah dari program lingkungan yang dijalankan secara konsisten di sekolah, desa, kelurahan, hingga instansi pemerintahan.

“Harapannya, prestasi ini mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, penggunaan transportasi ramah lingkungan, hingga efisiensi energi,” ujarnya.