SITUBONDO, FaktualNews.co – Ratusan ribu jemaah diperkirakan bakal menghadiri Haul Masyayikh se-Nusantara Ittisholana (Ittihad Sholawat Nariyah) yang akan digelar di Alun-Alun Kota Situbondo pada Minggu (19/7/2026) mendatang.

​Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang bertindak selaku Ketua Panitia Pelaksana, memastikan bahwa persiapan untuk menyambut gelombang massa besar tersebut terus dimatangkan.

​“Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah se-Indonesia,” ujar bupati yang akrab disapa Mas Rio tersebut, Minggu (5/7/2026).

​Menghadapi lonjakan jemaah yang akan memadati pusat kota, Mas Rio menyatakan bahwa Pemkab Situbondo telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk merancang skema rekayasa lalu lintas dan pemetaan kantong parkir strategis. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran akses bagi kendaraan pribadi maupun rombongan bus dari luar daerah.

​“Untuk mengantisipasi lonjakan jemaah, Pemkab Situbondo melalui Dinas Perhubungan dan Kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan,” tuturnya.

​Selain aspek teknis, Mas Rio menekankan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendoakan keselamatan bangsa.

​“Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan spiritual antara masyarakat dengan para masyayikh yang telah berjasa dalam sejarah Indonesia,” beber Mas Rio.

​Sebagai bentuk penghormatan, Mas Rio mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk berperan aktif menyemarakkan acara. Ia menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan, termasuk dengan penyedia penginapan guna menyambut para kiai sepuh serta ulama karismatik dari berbagai penjuru Nusantara.

​Menariknya, Mas Rio menegaskan bahwa seluruh pendanaan acara ini murni berbasis semangat gotong royong tanpa menyentuh anggaran daerah.

​”Jika ada masyarakat yang ingin menyumbang, tentu dipersilakan. Kegiatan ini dibangun dengan semangat gotong royong; para kiai menyumbang, jemaah menyumbang, dan semua pihak ikut berpartisipasi melalui rekening Ittisholana,” ucapnya.

​Ia pun memastikan bahwa kegiatan ini tidak menggunakan dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Situbondo.

​“Haul Masyayikh se-Nusantara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang doa bersama, namun juga memperkuat identitas Situbondo sebagai daerah yang dikenal dengan tradisi pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat,” pungkasnya.