Diduga Masih Hidup, Pencarian Pemancing Hilang di Sungai Brantas Tulungagung Dihentikan
TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Tim Search And Rescue (SAR) gabungan menghentikan proses pencarian Nurkolis Sugiono (45) warga Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Tulungagung yang diduga hilang di Sungai Brantas. Penghentian ini atas permintaan pihak keluarga karena menduga korban masih hidup.
Komandan Ops SAR, Basarnas Trenggalek, Ahmad Taufik mengatakan, operasi pencarian pemancing di Sungai Brantas resmi dihentikan sejak Jumat (10/7/2026) sore. Sementara selama tiga hari, Tim gabungan sudah mencari Nurkolis hingga Bendungan Waru Turi Kediri.
“Penghentian operasi pencarian ini atas dasar permintaan pihak keluarga korban karena menduga jika korban sebenarnya masih hidup,” kata Ahmad Taufik, Sabtu (11/7/2026).
Hal itu juga dikuatkan dengan surat pernyataan penghentian operasi pencarian yang dibuat oleh keluarga korban. Dengan begitu, operasi pencarian pemancing hilang di Sungai Brantas resmi ditutup.
Kasus ini kemudian dilimpahkan kepada Polsek Ngantru untuk ditindaklanjuti. Sebanyak 25 petugas SAR gabungan kini resmi kembali ke instansi masing-masing.
“Dikarenakan ini ada unsur persoalan pribadi, jadi kasus ini kami kembalikan kepada pihak keluarga dan kepolisian,” pungkssnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Tulungagung, Teguh Abianto mengatakan, telah menggelar rapat bersama setelah tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Nurkolis meski pencarian dilakukan hingga Kabupaten Kediri.
Menurut keterangan keluarga, kamera CCTV di rumah sempat bergerak. Padahal, akses akun CCTV tersebut tersimpan di ponsel korban yang hilang bersamanya saat kejadian.
“Kemarin semua pihak mulai dari keluarga korban, pihak desa, Polsek Ngantru dan Tim SAR Gabungan melakukan rapat bersama dan diputuskan untuk operasi pencarian dihentikan,” kata Teguh Abianto.
Atas dasar itu, pihak keluarga menduga jika kemungkinan besar Nurkolis sebenarnya masih hidup.
Petugas juga memastikan jika korban maupun istrinya tidak terlibat pertengkaran sebelum korban dinyatakan hilang.
“Sesuai pengakuan pihak keluarga, tidak ada pertengkaran. Apabila memang korban masih hidup, kemungkinan ada faktor lain yang mendasari aksi yang dilakukan korban ini,” pungkasnya.


