TULUNGAGUNG, FaktualNews.co-Ribuan warga Tulungagung tercatat sebagai pengidap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sejak kasus ini pertama kali ditemukan. Mirisnya, terdapat seorang anak yang tertular HIV dari kedua orang tuanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dr. Aries Setiawan mengatakan, tercatat kasus HIV/AIDS di Tulungagung menyentuh angka 4.498 kasus. Jumlah itu merupakan total akumulasi dari temuan kasus sejak 20 tahun terakhir.

“Kasus HIV/AIDS yang sudah terjaring di Tulungagung selama 20 tahun terakhir sudah mencapai angka 4.498 kasus,” kata dr. Aries Setiawan, Senin (8/6/2026).

Sesuai data itu, tren kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung cenderung naik setiap tahunnya, temuan kasus tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebanyak 392 kasus. Lada triwulan pertama tahun 2026, pihaknya mencatat sudah ada 90 kasus HIV/AIDS baru di Tulungagung.

Dari total akumulasi kasus HIV/AIDS itu, jumlah ODHA yang meninggal dunia akibat penyakit ini juga terbilang banyak.

Pasalnya, sejak tahun 2026 hingga tahun 2026, tercatat sudah ada sebanyak 1.298 ODHA yang dinyatakan meninggal dunia.

“Kami juga tengah melakukan pemantauan terhadap satu kasus HIV yang ditemukan pada anak yang tertular dari kedua orang tuanya. Dia sudah tertular HIV sejak masih bayi dan baru dilaporkan saat sudah memasuki usia anak-anak,” ungkapnya.

Salah satu upaya untuk memperpanjang harapan hidup ODHA adalah mengkonsumsi obat Antiretroviral (ARV).

Sayangnya, belum semua ODHA mengakses obat ARV dengan berbagai faktor penyebab, dimana sebanyak 1.448 ODHA menghentikan pengobatan.

Pihaknya terus berupata agar ribuan ODHA itu bisa kembali mengakses pengobatan dan rutin kontrol. Mengingat skrining, pengobatan ARV, serta pendampingan ODHA merupakan upaya untuk merealisasikan taget eliminasi HIV/AIDS, sekaligus menekan angka penularan.

“Kami terus berupaya merealisasikan target eliminasi HIV/AIDS, sekaligus menekan angka penularan di Tulungagung melalui upaya skrining, pengobatan dan pendampingan ODHA,” pungkasnya. (Isal).