BAISSARIYEH, FaktualNews.co – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Amal Khalil, jurnalis surat kabar Al-Akhbar, yang tewas dalam serangan udara di Lebanon Selatan. Isak tangis keluarga, kerabat, hingga rekan sejawat pecah saat jenazah dihantarkan ke peristirahatan terakhir.

Kepergian Khalil meninggalkan duka mendalam bagi dunia pers, terutama karena ia gugur di tengah harapan gencatan senjata yang baru sepekan berjalan.

​Berdasarkan laporan Al-Jadeed TV, Amal Khalil terjebak di bawah reruntuhan bangunan setelah serangan udara Israel menghantam wilayah Baissariyeh pada Rabu (22/4).

Upaya penyelamatan berlangsung dramatis karena akses tim medis sempat terhambat oleh kerusakan infrastruktur di lokasi kejadian.

​Dalam insiden tersebut, rekan kerja Khalil, Zeinab Faraj, ditemukan dalam kondisi terluka. Faraj berhasil dievakuasi dari reruntuhan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

​Tragedi ini menjadi luka besar bagi masyarakat Lebanon. Serangan tetap terjadi meski kesepakatan gencatan senjata 10 hari telah diberlakukan sejak pekan lalu guna meredam pertempuran lintas batas yang dipicu oleh ketegangan regional.

​Penghormatan terakhir untuk Khalil bukan sekadar seremoni pemakaman, melainkan juga simbol protes atas kerentanan posisi jurnalis di garis depan konflik. Rekan-rekan kerjanya mengenang Khalil sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam melaporkan realitas di wilayah selatan, hingga akhirnya ia sendiri menjadi bagian dari sejarah kelam konflik tersebut.