Sampah Menumpuk di Jalan Raya Sumberjo, Warga Soroti Lemahnya Penanganan Pemkab Jombang
JOMBANG, FaktualNews.co – Tumpukan sampah liar di Jalan Raya Sumberjo, Jombang, kian meresahkan pengguna jalan. Setiap hari, warga harus menahan bau menyengat dan terganggu secara visual akibat timbunan sampah yang belum juga dibersihkan.
Mirisnya, kondisi tersebut dibiarkan begitu saja tanpa penanganan serius dari pemerintah setempat. Seolah-olah, persoalan lingkungan hanya menjadi tontonan di Kabupaten Jombang khususnya masalah sampah yang tak kunjung tertangani secara sistematis.
Aditya Purnama (23), salah satu pengguna jalan, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi yang terus berulang. Ia menilai penanganan sampah di Jombang masih jauh dari kata memadai.
“Saya sangat menyayangkan tumpukan sampah yang terus muncul di pinggir jalan, terutama di Jalan Raya Sumberjo. Ini bukti bahwa Jombang belum ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Aditya, lokasi tersebut kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar. Meski sempat dibersihkan, sampah kembali menumpuk dalam waktu singkat.
“Sudah pernah dibersihkan, tapi kemudian menumpuk lagi. Seolah pemerintah tidak mampu menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya tindakan nyata dari dinas terkait agar permasalahan sampah tidak terus berlarut-larut dan mencoreng wajah kota.
“Dampaknya jelas, bau menyengat dan pandangan terganggu. Jalanan jadi terlihat kumuh. Saya harap pemerintah desa dan dinas terkait segera bertindak dan memberikan himbauan serta sanksi tegas kepada pelaku,” tegas Aditya.
Setali tiga uang, Setiawan Putra (35), warga sekitar, juga mengaku resah. Ia menduga sampah berasal dari oknum luar desa yang membuang saat malam atau subuh.
“Biasanya dibuang subuh oleh orang luar desa. Dulu rutin dibersihkan, tapi sekarang entah kenapa belum ditangani,” ujarnya.
Setiawan berharap tidak hanya ada aksi bersih-bersih, tapi juga langkah konkret dari Pemkab Jombang dalam menangani akar persoalan sampah.
“Pemerintah harus hadir dengan kebijakan dan inovasi nyata. Jangan hanya membersihkan, tapi juga mencegah. Ini soal komitmen menjaga lingkungan,” pungkasnya. (Wahyu)


