SITUBONDO, FaktualNews.co – Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, meresmikan Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Fasilitas kesehatan di wilayah terpencil ini dibangun menggunakan dana Program Hibah Grassroots Pemerintah Jepang (Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects) untuk menekan angka kematian ibu dan anak.

​Takonai menjelaskan bahwa proyek di wilayah pegunungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bondowoso ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Jepang untuk mendukung pembangunan sosial dan kesehatan di daerah berkembang.

Sebelumnya, Pustu Curah Tatal kekurangan ruang dan peralatan medis dasar, yang bahkan pernah memicu kasus kematian ibu hamil.
​”Kami berharap gedung bersalin ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dipelihara dengan baik untuk jangka panjang, sehingga ibu hamil dan bayi di wilayah perbukitan ini bisa mendapat penanganan medis yang cepat dan tepat,” ujar Takonai.

​Peresmian ini turut dihadiri oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Ia menyatakan bahwa rumah bersalin ini menjadi harapan baru bagi warga pedesaan untuk mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah.

​”Bantuan ini merupakan wujud nyata persahabatan dan kerja sama internasional yang sangat berarti dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan pedesaan,” ujar Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.

​Mas Rio menjelaskan, kawasan Desa Curah Tatal memiliki tantangan geografis yang berat karena berada di perbukitan. Keterbatasan fasilitas lokal selama ini memaksa sebagian warga untuk melahirkan di Kabupaten Bondowoso atau bahkan di rumah sendiri.

​Data Pemerintah Kabupaten Situbondo menunjukkan tren persalinan warga lokal ke luar daerah: tahun 2024 dari 93 persalinan, 16 ibu melahirkan di Bondowoso. Untuk tahun 2025 dari 96 persalinan, 6 ibu melahirkan di luar daerah. Sedangkan hingga April 2026, dari 43 persalinan, 3 ibu melahirkan di Bondowoso.

​”Tujuan utama pembangunan rumah bersalin ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka kematian, serta mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.