JOMBANG, FaktualNews.co – Karena tidak mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Jombang melalui dinas terkait, warga Dusun Delik, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, melakukan pelebaran jalan secara swadaya sejak Kamis (10/7/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan, menyusul kecelakaan lalu lintas sekitar sebulan lalu yang menelan korban jiwa.

Pelebaran jalan dilakukan secara bergotong royong oleh warga dengan menggunakan dana pribadi serta bantuan dari para donatur. Sebelumnya, jalan tersebut telah diperbaiki melalui pengecoran dan pemasangan lampu penerangan, semuanya juga bersumber dari dana swadaya masyarakat.

“Sepanjang jalan ini dibangun secara swadaya, termasuk lampu-lampu jalan sepanjang kurang lebih 1.500 meter. Hanya jalan desa yang bukan dari dana swadaya,” ujar Supandi (55), salah satu warga setempat, saat ditemui pada Sabtu (12/7/2025).

Jalan yang sedang diperlebar tersebut merupakan akses penting menuju Desa Gongseng, Carangrejo, dan Kesamben. Kondisinya sebelumnya rusak parah dan sulit dilalui kendaraan. Menurut Sugiyono (45), warga lainnya, pihak Dinas PUPR tidak segera menindaklanjuti laporan kerusakan jalan, hingga akhirnya warga memutuskan untuk memperbaikinya secara mandiri.

“Setelah diperbaiki oleh warga, barulah pihak PUPR datang dan memasang pembatas jalan. Padahal perbaikannya murni inisiatif dan usaha masyarakat,” ungkap Sugiyono.

Kepala Dusun Delik, Afirin (54), menjelaskan bahwa pelebaran dilakukan karena sisi jalan masih dianggap rawan kecelakaan. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dengan lebar sekitar 4 meter, yang dinilai belum memenuhi standar minimal.

“Tujuan pelebaran ini agar kecelakaan seperti yang terjadi sebulan lalu tidak terulang kembali. Jalan ini merupakan milik PUPR dengan lebar hanya 4 meter, padahal seharusnya minimal 5 meter. Maka dari itu, Pak Lurah bersama para donatur dan warga berinisiatif melebarkannya dengan dana swadaya,” jelas Afirin.

Warga berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayah mereka, khususnya dalam pemeliharaan dan penyediaan bahu jalan. Mereka juga menyoroti minimnya dukungan dari anggota dewan setempat yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan jalan.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas PUPR Kabupaten Jombang terkait respons dan tindak lanjut terhadap persoalan tersebut.(Nur Fauziyah)