SITUBONDO, FaktualNews.co-Diduga karena dibakar cemburu, seorang petani bernama Sudahri (54) asal Desa/Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, nekat membacok Sanusi Amrin (57), warga Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Selasa (27/1/2026).

Akibat aksi pembacokan yang terjadi di jalan raya Desa/Kecamatan Bungatan, korban yang diketahui Kepala Sekolah (Kasek) SD Bungatan, mengalami luka bacok di lengan kiri, punggung sebelah kiri, dan pangkal paha kiri.

Mengetahui korban terkapar bersimbah darah di lokasi kejadian, terduga pelaku langsung melarikan diri ke arah utara. Selanjutnya, korban langsung dievakuasi ke Puskesmas setempat, hingga berita ditulis korban masih menjalani perawatan.

Diperoleh keterangan, aksi pembacokan yang dialami korban itu, berawal saat korban hendak pulang ke rumahnya.

Saat korban yang mengendarai sepeda motor melintas di lokasi kejadian, terduga pelaku memanggil korban dengan isyarat melambai tangan.

Sehingga tanpa rasa curiga korban langsung menghentikan laju sepeda motornya. Namun, saat korban mendekati pelaku, korban mengatakan dengan bahasa madura kepada terduga pelaku “bede apa..? La pade toa..todus ka oreng. ?!!” (Ada apa..? Kita sudah tua..malu dengan orang..??!).

Mendengar ucapan korban Sanusi Amri, tiba-tiba terduga pelaku mengeluarkan senjata tajam clurit, dan langsung membacok ke arah leher korban.

Mendapat serangan mendadak korban langsung menangkis menggunakan tangan kirinya, sehingga mengakibatkan korban terluka dan terjatuh dari sepeda motornya.

Tragisnya, saat korban terjatuh dari sepeda motornya, terduga pelaku langsung  membacok punggung korban dan pangkal paha korban.

Usai membacok korban Sanusi Amri, pelaku langsung kabur ke arah menggunakan sepeda motornya, dan mengamankan ke rumah keluarganya.

“Saya kaget, saat melintas di lokasi kejadian, saya mendapati ada korban terkapar bersimbah darah di lokasi kejadian, sehingga saya bersama warga langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas terdekat,”ujar Moh Mahfud.

Sementara itu, Kapolsek Bungatan, Situbondo Iptu Liskur Rahman membenarkan, kasus pembacokan dengan korban seorang pegawai negeri sipil (PNS), dengan pelaku seorang petani bernama  Sudahri.

“Usai melakukan aksi pembacokan, pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Bungatan. Selain itu, pelaku juga menyerahkan clurit yang digunakan membacok korban,”ujar Iptu Liskur.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari sejumlah warga, pelaku sudah lama cemburu kepada korban, karena korban diduga punya hubungan spesial dengan istri pelaku.

“Sehingga begitu melihat korban mengendarai sepeda motornya, pelaku langsung memanggil korban. Saat ini, kasus pembacokan dengan korban seorang PNS dilimpahkan ke Satreskrim Polres Situbondo,”pungkasnya.