SITUBONDO, FaktualNews.co-Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur kembali menelan korban jiwa. M Luthfi  Ansori (22), seorang nelayan asal Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo disambar petir, Jumat (6/2/2026) malam, saat hendak melaut di pantai setempat.

Selain mengakibatkan korban M Luthfi Ansori meninggal, dengan kondisi sebagian tubuh menghitam seperti mengalami luka bakar. Namun, dua orang nelayan juga terimbas sambaran petir tersebut, saat ada di luar  KM Mutiara yang hendak melaut.

Dua orang nelayan yang juga terimbas sambaran petir tersebut, yakni Santoso (36), dengan kondisi luka bakar di sebagian tubuhnya, dan Wafed (32), dengan kondisi gosong di kedua tangannya. Bahkan, korban mengaku trauma atas kejadian tersebut.

Diperoleh keterangan, sebelum disambar petir di perairan setempat, korban bersama sembilan anak buah kapal (ABK)  KM Mutiara hendak melaut. Namun, saat hendak melaut  dengan cuaca mendung, mesin kapalnya tidak bisa dihidupkan.

Sehingga M Ansori langsung memperbaiki mesin kapal tersebut, namun tiba-tiba hujan deras yang disertai angin kencang  mengguyur kawasan tersebut.

Bahkan, petir langsung menyambar KM Mutiara, sehingga mengakibakan korban M Ansori   langsung terkapar di lokasi kejadian. Sedangkan dua ABK yang lain juga terimbas sambaran petir tersebut.

“Saya kaget, saat ada diluar kapal menunggu perbaikan mesin oleh korban M Ansori, tiba-tiba petir menyambar KM Mutiara. Begitu korban terkapar di dekat mesin kapal, korban langsung dievakuasi ke Puskesmas,”ujar Fendi, salah seorang ABK KM Mutiara yang lain, Sabtu (7/2/2026).

Sementara itu, Kapolsek Panarukan, Iptu Harsono, membenarkan seorang nelayan meninggal akibat disambar petir, tepatnya di sebelah utara tempat pelelangan ikan (TPI). Sedangkan  dua orang nelayan  yang lain  mengalami luka bakar.

“Akibat disambar petir, korban M Ansori  langsung meninggal dilokasi kejadian. Usai dievakuasi ke Puskesmas Panarukan, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,”kata Iptu Harsono.

Iptu Harsono menegaskan, meski kondisi kedua korban yang mengalami luka bakar, namun kedua korban hanya menjalani rawat jalan, bahkan keduanya mengaku trauma dengan kejadian tersebut.

“Bahkan, saat ini, keduanya tidak berani keluar rumah, karena kedua korban mengaku trauma berat atas kejadian tersebut,”pungkasnya.