LAMONGAN, FaktualNews.co-Walau sudah dinyatakan rampung sejak Maret lalu, Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan hingga kini masih belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Belum lengkapnya fasilitas penunjang seperti penerangan dan traffic light (APILL) menjadi alasan utama terhambatnya pengoperasian jalan tersebut.

Pada sidak yang dilakukan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah IV Jawa Timur pada Senin (23/3/2025), proyek JLU diklaim telah selesai. Namun hingga pertengahan Juli ini, kejelasan mengenai kapan jalan tersebut akan resmi dibuka belum juga ada titik terang.

“Masih menunggu sarana prasarana seperti traffic light dan rambu lalu lintas masih belum lengkap, sehingga jalan belum bisa dioperasikan sepenuhnya,” ujar Herwindho, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Lamongan, Selasa (15/7/2025).

Herwindho menambahkan, pihaknya tidak dapat memastikan kapan fasilitas tersebut akan dipasang, karena semua merupakan kewenangan Kementerian PUPR.

“Lebih lanjutnya kami belum tahu, karena semuanya kewenangan pusat, bukan Kabupaten,” ungkapnya.

Situasi ini memicu kritik dari kalangan legislatif. Ketua DPRD Lamongan, M. Freddy Wahyudi, menilai BBPJN lamban dalam merealisasikan pengadaan fasilitas pendukung, terutama traffic light, yang dinilai menjadi penyebab utama jalan belum bisa difungsikan.

“Kita sudah tanyakan ke provinsi dan BBPJN, katanya baru akan dianggarkan dalam perubahan anggaran sekitar tiga bulan ke depan,” kata Freddy.

Politisi dari PKB tersebut menyayangkan perencanaan awal proyek yang tidak memasukkan pengadaan traffic light sebagai bagian dari anggaran utama.

“Ini yang kita kritisi. Mengapa saat perencanaan awal tidak sekalian dianggarkan? Ternyata anggarannya tidak mencukupi,” jelas Freddy.

Ia juga menegaskan bahwa jika JLU belum bisa digunakan untuk tujuan utamanya yakni mengurai kemacetan dan mempermudah mobilitas warga maka sebaiknya ditutup sementara untuk menghindari risiko kecelakaan.

“Melihat adanya potensi kecelakaan di jalan yang belum laik fungsi, lebih baik ditutup dulu saja sampai semua fasilitas pendukung terpenuhi,” tegasnya.

Dengan kondisi ini, warga Lamongan masih harus bersabar menunggu kejelasan kapan JLU akan benar-benar dibuka dan dapat dimanfaatkan secara maksimal.