Aliansi LSM Situbondo Ancam Polisikan Fraksi PDIP, Persoalkan Narasi Warga Jual Sapi untuk Berobat
SITUBONDO, FaktualNews.co – Puluhan anggota yang tergabung dalam Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Situbondo mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Situbondo, Rabu (8/7/2026). Mereka meminta klarifikasi kepada Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) terkait video di TikTok dan pandangan umum fraksi yang menyebut ada warga Situbondo terpaksa menjual sapi, kambing, hingga meminjam uang kepada rentenir demi memperoleh layanan kesehatan.
Dalam audiensi yang berlangsung di ruang rapat gabungan DPRD, perwakilan Aliansi LSM dipimpin Koordinator Aliansi LSM Situbondo, Syaiful Bahri atau Bang Ipul. Pertemuan tersebut diterima tiga anggota Fraksi PDIP dan dipimpin Wakil Ketua DPRD Situbondo, Abdurrahman.
Suasana audiensi sempat memanas ketika perwakilan LSM meminta Fraksi PDIP menunjukkan data atau identitas warga yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.
Menanggapi desakan itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Situbondo, Rudi Afianto, menjelaskan bahwa pernyataan yang disampaikan dalam pandangan umum rapat paripurna merupakan bentuk narasi atau metafora untuk menggambarkan kondisi pelayanan kesehatan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Dalam pandangan umum rapat paripurna beberapa waktu lalu, kami memang menyampaikan narasi tentang warga yang menjual sapi dan kambing untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, itu merupakan ungkapan perjuangan agar Pemerintah Kabupaten Situbondo meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Rudi.
Menurutnya, narasi tersebut disusun berdasarkan berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat secara lisan saat dirinya turun ke lapangan.
Penjelasan tersebut tidak memuaskan peserta audiensi. Salah seorang perwakilan LSM, Febri, menilai Fraksi PDIP tidak memiliki data yang mendukung pernyataan tersebut.
“Berarti Fraksi PDIP tidak memiliki data warga yang benar-benar menjual sapi. Kami menilai pernyataan itu dapat menimbulkan keresahan dan membuat gaduh masyarakat Situbondo,” ujarnya.
Sebagai bentuk protes simbolis, perwakilan Aliansi LSM meletakkan sejumlah uang di atas meja di hadapan anggota dewan.
Bang Ipul mengatakan, aksi itu merupakan simbol kepedulian apabila benar terdapat warga yang harus menjual harta bendanya demi mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kalau memang ada warga yang sampai menjual sapi atau kambing untuk berobat, kami dari Aliansi LSM siap membantu mengganti kerugiannya. Jangan sampai masyarakat yang sedang sakit masih harus kehilangan harta bendanya,” katanya.
Karena tidak memperoleh data yang diminta dan menganggap persoalan tersebut telah menimbulkan polemik di masyarakat, Aliansi LSM menyatakan akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.
“Karena Ketua Fraksi menyatakan itu hanya narasi, kami akan menguji persoalan ini melalui jalur hukum dengan melaporkannya ke Polres Situbondo. Kami menduga ada penyebaran informasi yang meresahkan masyarakat. Nanti biarlah proses hukum dan keterangan ahli yang menilai,” pungkas Bang Ipul.


