JOMBANG, FaktualNews.co – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) kembali memenuhi area bawah flyover Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Fenomena ini terjadi meskipun larangan berjualan di lokasi tersebut sudah diberlakukan sebelumnya oleh pemerintah setempat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (22/4/2026), kawasan yang menjadi jalur utama lalu lintas itu kini dipadati lapak-lapak semi permanen. Para pedagang memanfaatkan sisi kanan dan kiri jalan di bawah flyover untuk menjual berbagai komoditas, mulai dari buah-buahan, makanan ringan, hingga pakaian dan alas kaki.

Aktivitas jual beli yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari turut meningkatkan kepadatan kendaraan, terutama saat jam sibuk. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.

Seorang warga setempat, Muhammad Kaffi (26), mengungkapkan bahwa aktivitas PKL di lokasi tersebut sebenarnya sudah lama terjadi. Ia menyebutkan, meski sempat ditertibkan, para pedagang kembali berjualan dan jumlahnya kini justru semakin bertambah.

“Kalau ramai itu biasanya pagi sama sore. Dulu sempat ditertibkan, tapi tidak lama pedagang kembali lagi, bahkan sekarang jumlahnya bertambah,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Widodo (30), seorang pengendara yang sering melintasi kawasan tersebut. Ia mengakui bahwa kehadiran PKL memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, namun di sisi lain juga menimbulkan persoalan lalu lintas.

Menurutnya, kondisi jalan menjadi semakin padat saat sore hari karena aktivitas pedagang bercampur dengan arus kendaraan yang tinggi. Ia juga menyoroti adanya pengendara yang melawan arah, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Saya berharap pemerintah daerah dapat menyediakan lokasi alternatif bagi para pedagang agar tidak mengganggu akses jalan,” harapnya.

Ia menilai penataan yang tepat akan memberikan manfaat bagi semua pihak, baik pedagang maupun pengguna jalan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jombang, Samsudi, menjelaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan penertiban di kawasan flyover Peterongan. Namun demikian, ia menilai pendekatan yang lebih humanis melalui sosialisasi dan penataan masih diperlukan.

Ia menambahkan bahwa penanganan PKL tidak cukup hanya dengan penertiban, tetapi juga harus diiringi solusi jangka panjang.

Saat ini, Satpol PP Jombang masih memprioritaskan pengawasan di sekitar Alun-alun Jombang. Meski begitu, Samsudi berharap penataan PKL di berbagai titik, termasuk di bawah flyover, dapat dilakukan secara berkelanjutan agar pelanggaran dapat diminimalisasi.

Sebagai informasi, penertiban serupa pernah dilakukan pada Maret 2023 dan sempat membuat kawasan tersebut steril dari PKL. Namun, seiring berjalannya waktu, para pedagang kembali beraktivitas hingga jumlahnya terus meningkat seperti saat ini.