TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Selama libur panjang, ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung berhenti beroperasi. Kondisi itu membuat ribuan relawan tenaga kerja dapur MBG (makan bergizi gratis) terpaksa harus dirumahkan dan tidak mendapatkan gaji.

Koordinator Wilayah, Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika mengatakan, penutupan dapur SPPG mulai diberlakukan sejak masa libur sekolah. Penutupan dapur SPPG itu dilakukan sesuai dengan adanya Surat Edaran (SE) Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026.

“Sesuai SE Kepala BGN, operasional dapur SPPG berhenti sementara selama masa libur sekolah,” kata Sebrina Mahardika, Kamis (25/6/2026).

Merujuk pada SE itu, penghentian operasional sementara dapur SPPG itu dilakukan selama tiga minggu, sampai dengan masuknya tahun ajaran baru 2026/2027. Total dapur SPPG yang beroperasi di Tulungagung jumlahnya mencapai sebanyak 129 unit.

Sedangkan setiap dapur SPPG, rata-rata mempekerjakan sebanyak 48 relawan tenaga kerja untuk membantu produksi dan distribusi MBG. Artinya, total seluruh relawan dapur SPPG di Tulungagung mencapai sebanyak 6.192 orang.

“Total relawan dapur SPPG secara keseluruhan mencapai sebanyak 6 ribu lebih,” ungkapnya.

Para relawan ini terpaksa dirumahkan imbas adanya SE penutupan dapur SPPG itu. Selain itu, mereka juga tidak mendapatkan gaji, mengingat tidak adanya kegiatan apapun di dapur SPPG.

Penutupan operasional sementara SPPG berlaku selama tiga pekan dan rencananya akan beroperasi kembali pada 13 Juli 2026 mendatang.

“SPPG akan aktif lagi ketika libur sekolah sudah selesai atau pada tanggal 13 Juli 2026,” pungkasnya.