TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Penutupan Jembatan Gondang I Tulungagung berpotensi menimbulkan kerusakan jalan kabupaten karena jalan alternatif di wilayah Kecamatan Gondang kerap dilalui kendaraan bertonase tinggi. Namun, Pemkab telah menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk perbaikan jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Erwin Novianto mengatakan, pemerintah melakukan rekayasa lalu lintas imbas penutupan jembatan. Penutupan itu sudah berlangsung selama satu bulan.

“Semua ruas jalan alternatif di Kecamatan Gondang itu statusnya milik kabupaten dan ruas jalan itu maksimal untuk kendaraan 8 ton,” kata Erwin Novianto, Minggu (5/7/2026).

Namun sayangnya, ruas jalan itu justru kerap dilalui oleh kendaraan bertonase tinggi atau lebih dari 8 ton. Diperparah dengan volume kendaraan yang melintas mengalami kenaikan.

Diperkirakan, banyak jalan kabupaten yang mengalami kerusakan. Namun pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan kabupaten yang rusak.

“Jalan yang biasanya untuk kendaraan tonase rendah, kini banyak dilalui kendaraan besar. Tentu banyak ruas jalan yang berpotensi rusak,” ungkapnya.

Secara teknis, proses perbaikan ruas jalan kabupaten itu akan menggunakan mekanisme tambal sulam dan akan dikerjakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) karena memiliki anggaran pemeliharaan jalan.

Setiap UPT bahkan memiliki anggaran perawatan jalan khusus tambal sulam senilai Rp2 miliar. Apabila anggaran yang tersedia tidak mencukupi, maka akan diusulkan penambahan anggaran.

“Dengan begitu harapan kami, ruas jalan kabupaten yang rusak karena dilalui kendaraan bertonase tinggi dapat segera ditangani,” pungkasnya.