Pasar Sampang Stabil Meski Harga Pertamax Naik
SAMPANG, FaktualNews.co – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang terjadi belakangan ini belum memberikan dampak berarti terhadap harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sampang, Madura.
Hingga pertengahan Juni 2026, kondisi kebutuhan pokok di pasar tradisional masih terpantau stabil dengan pasokan barang yang mencukupi dan aktivitas perdagangan berlangsung normal.
Staf Bidang Perdagangan Diskopindag Kabupaten Sampang, Imam Sufriady, mengatakan bahwa kenaikan harga Pertamax tidak secara langsung memengaruhi biaya distribusi bahan pokok karena bahan bakar yang mengalami penyesuaian merupakan BBM non-subsidi.
“Untuk sementara ini aman-aman saja. Kenaikan BBM yang terjadi saat ini tidak terlalu berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok karena yang naik adalah Pertamax, bukan BBM subsidi,” ujar Imam, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, stabilitas harga juga didukung oleh ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok yang masih cukup di berbagai pasar tradisional. Sehingga kondisi tersebut membuat mekanisme perdagangan berjalan sebagaimana mestinya tanpa tekanan harga yang berlebihan.
Meski demikian, Imam mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga. Namun, fluktuasi tersebut lebih dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan dibandingkan dampak kenaikan BBM.
“Beberapa komoditas memang mengalami fluktuasi, namun kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan pasar,” tuturnya.
Untuk menjaga kestabilan harga, Diskopindag Sampang terus melakukan pemantauan secara rutin terhadap perkembangan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional.
“Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan perubahan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat,” jelasnya.
Imam mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan terhadap isu kenaikan harga kebutuhan pokok pasca penyesuaian harga Pertamax. Hingga saat ini, kondisi pasar masih terkendali dan distribusi barang berlangsung lancar.
“Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha agar distribusi bahan pokok tetap lancar serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.


