Cuaca Mulai Membaik, Dinas Perikanan Sampang Kejar Target 310 Ribu Ton Garam
SAMPANG, FaktualNews.co – Dinas Perikanan Kabupaten Sampang menargetkan produksi garam pada tahun 2026 mencapai 310 ribu ton. Hingga akhir Juli, capaian produksi diperkirakan telah menembus lebih dari 50 ribu ton.
Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Moh. Mahfud, mengatakan kondisi cuaca yang mulai membaik sejak pertengahan Juli menjadi modal penting untuk mengejar target produksi hingga akhir musim garam.
“Untuk saat ini memang belum seluruh hasil produksi direkap, tetapi perkiraan kami sudah di atas 50 ribu ton. Dengan kondisi cuaca sejak pertengahan Juli yang cukup mendukung, kami optimistis target produksi 310 ribu ton tahun ini bisa tercapai,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Meski optimistis terhadap produksi, Mahfud mengaku petambak kini dihadapkan pada persoalan lain, yakni harga garam yang terus mengalami penurunan. Menurutnya, harga garam kualitas KW 1 di tingkat pabrik bahkan turun hingga dua kali dalam sepekan.
“Berdasarkan informasi terakhir, harga garam di Surabaya sekitar Rp1.200 per kilogram atau sekitar Rp50 ribu per sak untuk kualitas KW 1. Yang menjadi harapan kami, harga ini jangan terus turun lagi agar tetap seimbang dengan kebutuhan dan biaya produksi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, sentra produksi garam terbesar di Kabupaten Sampang masih didominasi oleh Kecamatan Sreseh, Pangarengan, dan Sampang kota, yang selama ini menjadi penyumbang utama produksi garam daerah.
Sementara itu, untuk perluasan lahan tambak garam, Mahfud menyebut belum ada penambahan areal baru. Upaya yang dilakukan saat ini lebih difokuskan pada peningkatan produktivitas melalui program intensifikasi.
“Kalau penambahan lahan baru sepertinya belum ada. Yang dilakukan sekarang adalah intensifikasi, yaitu lahan yang sebelumnya sudah dipakai produksi diolah kembali agar hasilnya lebih maksimal. Ada yang menggunakan alat berat, ada juga yang dikerjakan secara manual,” jelasnya.
Mahfud berharap kondisi cuaca pada Agustus hingga akhir musim tetap normal sehingga proses produksi garam tidak kembali terganggu seperti pada Juni lalu saat curah hujan masih cukup tinggi.
“Kalau cuaca tetap normal sampai akhir musim, kami yakin produksi bisa tercapai. Harapan kami satu lagi, semoga harga garam juga tidak turun lagi sehingga petambak tetap mendapatkan keuntungan yang layak,” pungkasnya.





