Polisi Tangkap Remaja 17 Tahun Terkait Pembuangan Bayi di Jogoroto Jombang
JOMBANG, FaktualNews.co – Satreskrim Polres Jombang melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bergerak cepat menangani kasus penemuan bayi perempuan di Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto. Polisi telah mengamankan seorang remaja berinisial S (17) yang diduga merupakan ayah kandung bayi tersebut.
Remaja asal Kecamatan Sumobito itu diringkus petugas saat berada di sekitar kawasan Puskesmas Mayangan, Jogoroto, pada Senin (18/5/2026) siang. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pengembangan kasus dari penemuan bayi yang sempat menggegerkan warga setempat.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik,” ujar Dimas, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, penyidik dari Unit PPA bersama Tim Resmob masih mendalami kronologi serta motif di balik kasus tersebut, termasuk dugaan tindak asusila yang berkaitan dengan peristiwa itu.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan pelaku serta latar belakang hingga bayi tersebut ditinggalkan di halaman rumah warga.
“Kami masih mendalami motif maupun kemungkinan perbuatan lain yang berkaitan dengan kasus ini,” katanya.
Polisi juga telah menetapkan status hukum terhadap S. Namun karena usianya masih di bawah 18 tahun, proses hukum dilakukan menggunakan mekanisme peradilan anak.
“Statusnya sudah ditetapkan sebagai Anak yang Berhadapan dengan Hukum atau ABH karena secara aturan yang bersangkutan masih tergolong anak,” tutur Dimas.
Sebelumnya, warga Dusun Beji, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, dikejutkan dengan penemuan bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan. Bayi tersebut ditemukan di halaman depan rumah warga pada Senin dini hari (18/5/2026) dalam kondisi hidup.
Saat ditemukan, bayi masih memiliki tali pusar yang belum terputus dan terbungkus kain. Tangisan bayi membuat warga keluar rumah sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu kepada aparat setempat. (KabarJombang.com)


