Tangis Histeris Warnai Khitanan Massal Gratis di Situbondo, Sejumlah Anak Sempat Kabur
SITUBONDO, FaktualNews.co – Suasana haru sekaligus penuh keceriaan mewarnai pelaksanaan Gebyar Sepekan Khitanan Massal Gratis yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin (6/7/2026). Program sosial yang menyasar 1.000 anak ini dimulai secara bertahap di tiga wilayah, yakni barat, tengah, dan timur.
Kegiatan tahunan tersebut digelar bertepatan dengan masa libur sekolah agar anak-anak memiliki waktu pemulihan yang lebih optimal. Selain membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, program ini juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan anak.
Di lokasi kegiatan, puluhan anak tampak menangis histeris, berteriak, bahkan ada yang mencoba kabur saat namanya dipanggil untuk dikhitan. Petugas medis bersama orang tua harus sigap menenangkan sekaligus memegangi anak-anak yang ketakutan.
Jalannya kegiatan turut dipantau langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili atau yang akrab disapa Mbak Una.
“Saya sampai harus memegangi tangan Febri kuat-kuat karena dia terus berteriak dan berontak ingin kabur saat akan dikhitan,” ujar Indri, warga Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan.
Meski sempat panik, Indri mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut.
“Alhamdulillah prosesnya cepat dan lancar. Semuanya gratis, bahkan anak saya juga mendapat sarung dan uang saku,” katanya.
Kepala Dinkes Kabupaten Situbondo, Dwi Herman Susilo, mengatakan program khitanan massal tahun ini menargetkan 1.000 peserta. Untuk mendukung pelaksanaannya, Dinkes menerjunkan 30 tim medis gabungan dari RSUD dr. Abdoer Rahem, RS Elisabeth, RS Mitra Sehat, serta sejumlah puskesmas.
“Pelaksanaan dibagi di tiga wilayah agar tidak terjadi penumpukan peserta. Wilayah barat dipusatkan di Pendopo Pate Alos Besuki dan Kecamatan Jangkar, wilayah tengah di Pendopo Rakyat Situbondo, sedangkan wilayah timur dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Khusus hari pertama di Pendopo Rakyat, sebanyak 300 anak berhasil dilayani,” jelas Dwi Herman.
Sementara itu, Mbak Una menegaskan khitanan massal gratis merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Khitan tidak hanya penting bagi kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari syariat agama. Saya bangga melihat anak-anak Situbondo yang hari ini telah menunjukkan keberanian mereka,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Mbak Una juga mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mendampingi anak-anak, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Pengawasan orang tua harus semakin diperkuat. Jangan sampai anak-anak terlalu bergantung pada gadget. Arahkan mereka pada kegiatan yang lebih positif, kreatif, dan produktif agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkarakter,” pungkasnya.


