TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) untuk relokasi pedagang Pasar Pojok Ngantru Tulungagung molor. Pasalnya, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu, ada kebijakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak melakukan penyerapan anggaran terlebih dahulu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Fajar Widariyanto mengatakan, sebagian lokasi Pasar Pojok Kecamatan Ngantru akan dipakai untuk lokasi Polsek Ngantru yang baru. Akibatnya, sebanyak 41 pedagang Pasar Pojok harus direlokasi.

Total ada sebanyak 11 kios dan 2 bangunan los di Pasar Pojok Ngantru yang akan terdampak pembangunan Polsek Ngantru. Pihaknya sudah merencanakan untuk merelokasi para pedagang ke TPS yang akan disediakan agar tetap bisa berjualan.

“Pembangunan Polsek Ngantru dijadwalkan untuk dilakukan pada tahun ini, sehingga kami harus merelokasi sebanyak 41 pedagang ke TPS yang akan kami sediakan,” kata Fajar Widariyanto, Sabtu (6/6/2026).

Sayangnya, pembangunan TPS untuk relokasi 41 pedagangan Pasar Pojok Ngantru sempat terkendala akibat adanya kebijakan pasca OTT KPK kemarin. Saat itu, keluar Peraturan Bupati (Perbup) yang mengimbau seluruh OPD untuk tidak melakukan penyerapan anggaran sementara waktu.

Kebijakan itu dikeluarkan setelah adanya OTT KPK terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo pada bulan April 2026 kemarin. Disperindag Tulungagung tidak bisa melakukan penyerapan anggaran untuk membangun TPS bagi puluhan pedagang Pasar Pojok Ngantru.

“Pembangunan TPS Pasar Pojok sempat terkendala kebijakan, sehingga kami tidak bisa melakukan serapan anggaran,” ujarnya.

Namun, saat ini telah terbita Perbup Perubahan II APBD 2026, sehingga beberapa OPD sudah mulai melakukan penyerapan anggaran. Pihaknya juga akan segera melakukan serapan anggaran untuk merealisasikan pembangunan TPS Pasar Pojok.

Prosesnya saat ini masih dalam tahap pemilihan penyedia, dimana tahapan itu dilakukan melalui mekanisme mini kompetisi sesuai imbauan KPK. Sedangkan anggaran yang disiapkan untuk pembangunan TPS itu mencapai Rp1,4 miliar.

“Kalau sudah selesai proses mini kompetisi untuk menentukan penyedia, pembangunan akan segera dilakukan. Target kami pembangunan TPS Pasar Pojok dapat selesai dalam empat bulan,” pungkasnya.(Isal)