TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Musim kemarau di Kabupaten Tulungagung diprediksi akan berlangsung sampai dengan akhir 2026. Mengantisipasi kekeringan yang meluas, pemerintah telah mengusulkan penambahan tandon air kepada Pemprov Jawa Timur.

Sekretaris BPBD Kabupaten Tulungagung, Mohammad Fairuza Alhida mengatakan, terdapat sembilan desa yang telah mengajukan bantuan tandon air. Diantaranya, Desa Kradinan, Tenggarejo, Kresikan, Jengglungharjo, Pakisrejo, Ngepoh, Ngrejo dan Tanggunggunung.

“Total ada 17 tandon air yang sudah kami salurkan kepada masyarakat pada sembilan desa tersebut,” kata Mohammas Fairuza Alhida, Kamis (6/8/2026).

Tandon air itu digunakan sebagai langkah antisipasi kekeringan. Dengan begitu, tandon air tersebut sewaktu-waktu bisa digunakan masyarakat untuk menampung air bersih.

Sesuai prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini akan terjadi lebih panjang dari pada tahun sebelumnya yakni sampai akhir tahun 2026. Kondisi itu membuat sejumlah wilayah di Tulungagung berpotensi mengalami bencana kekeringan.

“Terdapat 20 desa dari sembilan kecamatan yang masuk peta rawan bencana kekeringan yang menyebabkan pasokan air bersih berkurang,” ungkapnya.

Atas kondisi itu, BPBD Tulungagung mulai melakukan langkah antisipasi apabila kekeringan di Tulungagung semakin meluas. Salah satu upayanya yakni dengan mengajukan permohonan tambahan tandon air kepada BPBD Provinsi Jawa Timur sebanyak 50 tandon air.

Diketahui, BPBD Tulungagung sudah mendapat bantuan tandon air sebanyak 50 unit tandon air pada awal tahun 2026. Apabila permohonan itu disetujui, berarti Kabupaten Tulungagung mendapat 100 tandon air untuk mengantisipasi dampak kekeringan saat musim kemarau.

“Kami sudah mengajukan ke BPBD Provinsi dan kami harapkan tentunya nanti pengajuan kami dapat diterima dan diberikan sesuai dengan permohonan kami,” pungkasnya.