Stok Genteng Karang Penang Sampang Menipis, Produksi Terkendala Cuaca dan Bahan Baku
SAMPANG, FaktualNews.co – Stok genteng di Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, mengalami penurunan cukup signifikan selama musim hujan.
Kondisi ini dipicu menurunnya produksi akibat sejumlah kendala, mulai dari sulitnya pengambilan bahan baku hingga lamanya proses pengeringan genteng.
Salah satu pengrajin genteng di Karang Penang, Lamri, mengatakan bahwa musim hujan sangat memengaruhi kelancaran produksi genteng.
Menurutnya, kendala utama terletak pada sulitnya pengambilan tanah liat sebagai bahan baku genteng.
“Kalau musim hujan, kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi pengambilan tanah karena jalannya becek. Akhirnya bahan baku tidak bisa diambil dan stok tanah di gudang jadi sedikit,” ujar Lamri, Sabtu (17/1/2026).
Selain itu, kata Lamri, proses pencetakan dan penjemuran genteng juga menjadi jauh lebih lambat. Cuaca yang tidak menentu membuat genteng sulit kering secara maksimal.
Genteng yang sedang dijemur sering kali harus dimasukkan kembali ke dalam karena hujan turun tiba-tiba, meski kondisinya belum benar-benar kering.
“Biasanya kalau musim kemarau, satu hari dijemur sudah cukup. Tapi kalau musim hujan seperti sekarang, penjemuran bisa sampai satu minggu bahkan lebih,” jelasnya.
Di tengah produksi yang menurun, permintaan genteng justru tetap tinggi. Ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan stok tersebut berdampak pada kenaikan harga genteng di pasaran.
“Permintaan tetap banyak, sementara stoknya kurang. Sekarang harga genteng model gelombang sudah mencapai sekitar Rp1,4 juta per seribu biji, itu belum termasuk ongkos kirim,” kata Lamri.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret untuk mengatasi persoalan yang dihadapi para pengrajin genteng, khususnya terkait infrastruktur jalan menuju lokasi pengambilan bahan baku.
“Harapan kami, ada perhatian dari pemerintah, mungkin jalan menuju pengambilan tanah bisa diaspal atau dibuatkan jalan khusus. Kalau jalannya bagus, meskipun musim hujan, produksi genteng tetap bisa berjalan,” pungkasnya.(Zainullah)


