SITUBONDO, FaktualNews.co-Seorang wanita lanjut usia (Lansia) bernama Enggraeni Koes Indahwati (61), warga Dusun Kota Timur, Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, ditemukan meninggal di dalam rumahnya.

Saat ditemukan pertama kali para tetangganya, kondisi tubuh Enggraeni  sudah mulai membusuk dan memyebar bau anyir. Diduga kuat, wanita keturunan China itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Diperoleh keterangan, sebelum  Enggraeni ditemukan sudah menjadi mayat di dalam rumahnya, sejumlah tetangganya mengaku mencium bau bangkai.

Sehingga mereka mencari sumber bau bangkai tersebut, dan ternyata bau bangkai sumbernya dari rumah Enggraeni.

Bahkan, setelah pintu rumahnya dibuka secara paksa, puluhan warga mendapati tubuh  Enggraeni sudah terbujur kaku, dengan kondisi sudah sudah membusuk. Selanjutnya, salah seorang warga melaporkan ke Kepala Desa (Kades) Besuki  dan ke Mapolsek setempat.

Mendapat laporan ada warga meninggal di rumahnya, petugas langsung mengevakuasi mayat Enggraeni ke kamar mayat RSUD Besuki. Selanjutnya, mayat Enggraeni  langsung diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

“Awalnya warga menduga bau bangkai hewan, namun setelah dicek ternyata bau bangkai berasal dari rumahnya. Sehingga warga  membuka paksa pintu rumahnya, hingga  akhirnya mendapati tubuh Enggraeni sudah terbujur kaku dan membusuk,”ujar Suyoto, salah seorang warga setempat, Minggu (18/1/2026).

Kepala Desa/Kecamatan Besuki, Situbondo Husama Bahres mengatakan, Enggraeni hidup sebatang kara dan tidak punya keluarga, sehingga dirinya sering terima bantuan sembako. Bahkan, empat hari yang lalu almarhumah datang ke rumah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Besuki, Enggraeni diperkirakan meninggal empat hari lalu, akibat penyakit yang dideritanya,”kata Husama Bahres.