SITUBONDO, FaktualNews.co – Kebahagiaan luar biasa menyelimuti pasangan suami istri (pasutri) Shaleh (70) dan Zaenab (68). Warga Kecamatan Besuki, Situbondo, yang sehari-harinya berjualan kerupuk keliling ini akhirnya resmi berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2026.

Perjalanan spiritual ini dimulai sejak 2007. Kala itu, Shaleh membulatkan tekad untuk menyisihkan sedikit demi sedikit hasil keringatnya. Meski pendapatannya sebagai pedagang kerupuk keliling hanya berkisar Rp50 ribuhingga Rp100 ribu per hari, ia tidak pernah menyerah pada mimpinya.

“Saya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit selama sekitar tiga tahun sampai akhirnya bisa mendaftar haji pada 2012 lalu,” kenang Shaleh di sela acara pelepasan jamaah haji, Sabtu (9/5/2026).

Saat mendaftar 14 tahun lalu, biaya setoran awal haji sekitar Rp37,16 juta terasa sangat berat bagi Shaleh. Ia mengaku sempat ragu apakah pedagang kecil sepertinya benar-benar bisa menginjakkan kaki di Mekkah. Namun, bagi kakek empat cucu ini, keyakinan adalah modal utama.

“Mungkin tidak banyak yang percaya, tapi ini buktinya. Kalau sudah punya niat besar, apa pun bisa terjadi. Alhamdulillah, di usia lanjut ini saya dan istri dinyatakan sehat dan layak berangkat,” tuturnya haru.

Keberangkatan pasangan ini pun diwarnai kejutan. Seharusnya, mereka masuk dalam daftar jamaah cadangan untuk keberangkatan tahun depan. Namun, karena ada jamaah lain yang mengundurkan diri, Shaleh dan Zaenab mendapat panggilan mendadak untuk berangkat tahun ini.

“Visa kami bahkan baru turun kemarin. Kami sangat bersyukur karena panggilan ini datang lebih cepat dari perkiraan,” tambah Shaleh.

Keberhasilan ini tak lepas dari peran sang istri, Zaenab. Sambil mengurus rumah tangga, Zaenab membantu menggoreng kerupuk yang akan dijajakan suaminya ke warung-warung pinggir jalan. Ia juga mencari tambahan penghasilan dengan berdagang di pasar tradisional.

Menanti selama 19 tahun (sejak mulai menabung) bukanlah waktu yang singkat bagi mereka. Zaenab berharap kisah mereka bisa menjadi teladan bagi anak dan cucunya.

“Semoga perjalanan kami lancar dan ibadahnya maksimal. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran bagi anak cucu agar mereka juga punya semangat untuk menunaikan ibadah haji kelak,” tutup Zaenab.