Adu Banteng Dua Motor di Jalur Pantura Situbondo, Warga Banyuwangi Tewas
SITUBONDO, FaktualNews.co – Kecelakaan adu banteng yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di jalur Pantura Situbondo, tepatnya di Jalan Raya Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, pada Jumat (12/6/2026) dini hari. Insiden adu banteng ini mengakibatkan satu orang tewas di lokasi dan dua lainnya mengalami luka parah.
Korban meninggal dunia adalah pengendara motor bernomor polisi P 2060 UI berinisial ASP (44), warga Kebalenan, Kabupaten Banyuwangi. Sementara itu, pengendara motor bernomor polisi P 2849 EV berinisial RA (19), warga Desa Kumbangsari, Kecamatan Jangkar, mengalami luka robek di kepala.
Penumpang motor yang dibonceng RA, yaitu MDR (20) warga Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, mengalami cedera kaki kanan dan luka robek pada mulut. Kedua korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSU dr. Abdoer Rahem Situbondo.
Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa bermula saat ASP melaju dari arah barat menuju ke timur. Dari arah berlawanan, RA yang membonceng MDR melaju dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di lokasi kejadian, RA mendadak kehilangan kendali atas kendaraannya. Motornya oleng ke kanan dan langsung menghantam sepeda motor korban ASP yang datang dari depan.
Kerasnya benturan membuat kedua kendaraan rusak berat dan para korban terkapar di jalanan.
“Saya tidak tahu pasti kronologinya. Kami hanya mendengar suara benturan yang sangat keras sampai mengagetkan warga yang sedang nongkrong di warung kopi,” ujar Suwardi, salah seorang saksi mata di lokasi.
Aparat kepolisian segera datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Dua unit sepeda motor yang terlibat kecelakaan kini telah dievakuasi ke Kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Situbondo, untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo, Ipda Hariyanto, menjelaskan bahwa kecelakaan di KM 185.700 arah Surabaya ini diduga kuat terjadi karena faktor kelalaian berkendara.
“Dugaan sementara, pengendara RA kurang berhati-hati. Saat melintas di lokasi, ia tidak dapat mengendalikan kemudi hingga motornya oleng ke jalur kanan dan memicu tabrakan,” jelasnya.


