BLITAR, Faktualnews.co – Proses evakuasi benda diduga bom di Sukorjo Kota Blitar diwarnai aksi penghalangan terhadap jurnalis yang sedang bertugas. Sejumlah petugas kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP) melarang wartawan mengambil gambar dan video, meski posisi mereka berada jauh di luar garis polisi (police line).

​Insiden ini memicu kekecewaan dari kalangan jurnalis yang meliput di lokasi. Salah satu wartawan media online, Winato, menyayangkan sikap represif aparat yang dinilai berlebihan dan menghambat kerja jurnalistik.​

“Sangat disayangkan proses evakuasi bom di Kota Blitar ini. Tadi saya tidak boleh mengambil gambar dan dihalangi oleh polisi yang ada di TKP,” ujar Winanto saat memberikan keterangan, Kamis (9/7/2026)

​Menurut Winanto, larangan tersebut tidak mendasar karena para awak media sudah mematuhi prosedur keselamatan dengan menjaga jarak aman dan tidak menerobos batas steril yang dipasang petugas.

​”Harusnya kejadian seperti ini tidak perlu dilakukan oleh polisi. Jarak kami mengambil gambar sudah sangat jauh. Kami juga tahu benda tersebut sangat berbahaya, dan sebagai jurnalis, kami paham batasan radius aman yang ditentukan,” tambahnya.

​Akibat penghalangan tersebut, sejumlah jurnalis, khususnya dari media penyiaran, tidak bisa memperoleh visual yang maksimal untuk kebutuhan pemberitaan.

​”Ya, sangat kelewatan anggota (polisi) tersebut. Kami tidak bisa mengambil video untuk kebutuhan media televisi karena terus-menerus dihalangi petugas,” pungkas Winanto.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepolisian Resor Blitar terkait alasan pelarangan pengambilan gambar oleh anggotanya di lapangan.

Tim Jibom Polda Jatim Kesulitan Evakuasi

Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur sempat menghadapi kesulitan besar dalam mengevakuasi bom aktif, yang ditemukan oleh warga di aliran sungai Jalan Manggar, Kota Blitar itu.

Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar mengatakan bom yang ditemukan ini memiliki ukuran sangat besar diameternya mencapai 80 sentimeter, dengan panjang berkisar antara 1,5 hingga 2 meter. Dan yang paling mengkhawatirkan, bom tersebut dikonfirmasi masih dalam kondisi aktif.

Proses evakuasi ini berjalan jauh dari mudah. Terdapat kendala utama berupa batu besar yang menindih benda peledak tersebut, ditambah dengan medan lokasi yang sangat sulit dijangkau.

” Kendala saat ini medan dan bebatuan,untuk saat ini upaya mengevakuasi Bom terus di lakukan mengigat kondisi Bom tersebut masih aktif,” ungkapnya.