Kasus Plat Ganda di Jombang: Mobil Rekanan PLN Diduga Akali QR Code BBM Subsidi
JOMBANG, FaktualNews.co – Kasus viral mobil berplat nomor ganda yang terparkir di depan Kantor PLN Jombang akhirnya terungkap. Plat ganda dengan nomor polisi B 9381 PAM diduga digunakan untuk kebutuhan pengisian barcode BBM bersubsidi.
Kasatlantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, saat dikonfirmasi pada Senin (25/8/2025), membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan PLN. Hasilnya, diketahui bahwa kendaraan itu bukan milik PLN, melainkan milik PT Haleyora Power, rekanan resmi PLN dalam operasional jaringan listrik.
“Karena ketidaktahuan, pihak rekanan sempat menyamakan pelat nomor akibat kendala pada barcode pengisian BBM. Sekarang sudah dikembalikan ke pelat aslinya oleh PT Haleyora Power,” ungkap Rita.
Pernyataan serupa disampaikan Manager PT PLN (Persero) ULP Jombang, Dwi Wahyu Cahyo Utomo. Ia memastikan bahwa kendaraan yang menggunakan pelat ganda memang milik PT Haleyora Power.
“Surat-surat dan pelat nomor aslinya lengkap. Saat ini sudah dipasang kembali sesuai kendaraan masing-masing. Untuk lebih jelasnya, bisa langsung dikonfirmasi ke pihak Haleyora Power,” jelasnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, pihak PT Haleyora Power belum memberikan klarifikasi resmi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, barcode atau QR Code pembelian BBM subsidi dari Pertamina hanya berlaku untuk satu kendaraan. Dengan demikian, penggunaan plat nomor ganda untuk mengisi BBM subsidi berpotensi melanggar aturan dan dapat berimplikasi pidana.
Kasus ini menambah sorotan publik terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi, di mana kendaraan operasional perusahaan besar justru ikut antre subsidi yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.


