LAMONGAN, FaktualNews.co – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bukan hanya ahli dalam memadamkan api, tetapi juga menunjukkan keahlian mereka dalam berbagai aksi penyelamatan. Baru-baru ini, petugas Damkar Lamongan kembali menjadi sorotan setelah berhasil mengevakuasi seekor sapi yang terjebak di gorong-gorong got, serta menyelamatkan balita yang terkunci di dalam mobil.

Peristiwa pertama terjadi pada Selasa (5/8/2025) di Dusun Bakalan, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio. Seekor sapi milik Kasianto (60), warga setempat, terjebak di dalam got yang berada tepat di depan rumahnya. Peristiwa bermula ketika pemilik hendak memberi makan sapinya. Namun, secara tiba-tiba sapi tersebut lari dan terperosok ke dalam got.“Saat itu, pelapor mendapati sapinya masuk ke got depan rumah. Warga sudah mencoba mengevakuasi, tapi gagal, sehingga akhirnya menghubungi Damkar Lamongan,” jelas Kabid Damkar Satpol PP Lamongan, Suwanto. Selasa (5/8/2025).

Tim Damkar menerima laporan sekitar pukul 13.40 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 14.05 WIB. Sebanyak tujuh petugas diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari satu jam dengan menggunakan tali yang diikatkan ke tubuh sapi. Berkat koordinasi yang baik dan tenaga bersama, sapi akhirnya berhasil diangkat ke permukaan dalam keadaan selamat.“Evakuasi berjalan lancar, aman, dan terkendali. Ini bentuk komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat kebakaran, tapi juga dalam situasi darurat lainnya,” tambah Suwanto.

Tak hanya itu, dua hari sebelumnya, Minggu (3/8/2025), petugas Damkar Lamongan juga menyelamatkan seorang balita yang terkunci di dalam mobil. Kejadian terjadi di area parkir Pasar Rakyat Sidomulyo, sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut keterangan, balita tersebut tertidur di dalam mobil saat sang ayah menunggu istrinya berbelanja. Ayah sang balita keluar dari mobil sebentar untuk merokok di dekat kendaraan. Namun, ketika hendak kembali masuk, pintu mobil ternyata terkunci otomatis dari dalam, sementara mesin kendaraan masih menyala dan anaknya terjebak di dalam.

Situasi yang awalnya tenang berubah menjadi panik. Setelah berupaya membuka pintu tanpa hasil, sang ayah memutuskan menghubungi petugas Damkar. “Awalnya kami pertimbangkan untuk memecahkan kaca mobil, namun pemilik tidak mengizinkan. Akhirnya kami mencoba berkomunikasi dengan si anak dari luar mobil. Dengan sabar dan tenang, kami mengarahkan balita tersebut agar membuka kunci dari dalam,” ungkap Suwanto.

Akhirnya, setelah hampir satu jam, pintu berhasil dibuka dan sang balita selamat tanpa luka.

Kejadian tersebut membuktikan bahwa peran petugas Damkar kini semakin luas dan kompleks. Selain menangani kebakaran, mereka juga dituntut untuk cepat tanggap dalam berbagai situasi penyelamatan, mulai dari hewan terjebak, manusia dalam keadaan darurat, hingga penanganan bencana non kebakaran lainnya.